Skip to content

Syahadat Kanjeng Dimas

November 10, 2016

Penasaran dengan pertanyaan yang sejak tiga hari terakhir berkeliaran di kepalanya, seorang santri menemui pimpinan pondok.

“Kanjeng,” katanya saat tiba di depan Kyai.

“Ya, Dimas..”

“Bukankah syahadat adalah pintu pertama untuk beriman?”

“Benar.”

“Kalau begitu, kenapa Tuhan justru meminta Nabi membaca pada wahyu pertama? Harusnya kan mengucapkan syahadat.”

“Dimas,” Kyai menyahut.

“Dalem, Kanjeng..”

“Membaca adalah pintu masuk menuju pemahaman. Dan pemahaman adalah jalan menuju keyakinan.”

Hening sejenak. Dimas melirik segelas kopi di atas meja samping Kyai. 

“Dan hanya dengan keyakinan yang dilambari pemahaman, seseorang akan sampai pada penyaksian. Apa kamu paham?”

Dimas menggeleng. Jawaban Kyai terlalu berat buatnya. “Tapi saya akan taat,” sahutnya.

“Bagus. Jadilah pribadi yang taat.”

“Baik, Kanjeng..”

Dimas kemudian pamit. 

_dw_

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: