Skip to content

Jejak Mengejutkan Si Bapak Tua

August 8, 2016

FullSizeRenderSaya terkejut saat bapak ini menyebut usianya: 95 tahun. Memang kulit wajahnya sudah berkerut dan gigi depannya hanya tinggal dua. Namun saya tak mengira ia setua ini.

Setiap pagi, saya sering melihatnya duduk termenung di halte Perikanan, Ciganjur, Jakarta Selatan. Namun baru pagi tadi saya menghampiri dan menyapanya.

Semula saya mengira bapak ini seorang pengemis. Sebab peci, jas, dan celananya lumayan dekil. Karena itu saya membawakannya sebungkus donat.

“Maaf saya sudah bawa bekal,” katanya berusaha menolak sambil menunjuk kresek hitam di sampingnya. Namun ia akhirnya menerima donat tersebut.

“Nama saya Agung Budiono,” katanya memperkenalkan diri. Suaranya terdengar jelas dengan aksen kejawa-jawaan. “Saya dari Cisarua.”

Bapak ini ternyata doyan bercerita. Ia mengatakan dirinya pernah tinggal di Rumah Sakit Cisarua. “Rumah sakit itu dulu punya bapak saya,” katanya. “Namanya Gunawan.”

Gunawan ini, bapak itu melanjutkan, adalah kakak dari Menteri Kesehatan. “Namanya Profesor Satrio.”

Saya hanya mengangguk-anggukkan kepala. Agak sulit bagi saya membayangkan anak pemilik rumah sakit dan sepupu mantan menteri kesehatan bisa terlantar seperti ini.

Bapak ini mengatakan dirinya dulu aktif di militer. Ia pernah ditugaskan di Jawa Timur, khususnya Surabaya dan Malang. Namun ia menolak menyebutkan pangkat terakhirnya. “Buat apa,” katanya. <!–more..lanjut–>

Dengan lancar, Si Bapak juga mengisahkan perjuangannya melawan Belanda dan sepak terjang Jenderal Sudirman di hutan saat bergerilnya mengusir Belanda dari Yogyakarta.

“Tidak ada yang pengorbanannya lebih besar dari Jenderal Sudirman,” katanya. “Itu sebabnya kenapa beliau disebut Jenderal Besar.”

Obrolan kami sempat terhenti ketika sebuah mobil colt hitam berhenti persis di depan kami. Seorang pria 40-an tahun lalu turun dari mobil. Ia menyalami Si Bapak. Setelah itu pria tersebut kembali naik ke mobil.

Ia sempat melambaikan tangan sebelum pergi. Si bapak balas melambaikan tangan kemudian membuka telapak tangan kanannya. Di sana ada selembar sepuluh ribuan. Ia tersenyum.

Saya ingin bertanya siapa lelaki tersebut. Namun Si Bapak kembali melanjutkan ceritanya. Kali ini ia mengeluhkan kesehatannya yang mulai menurun.

“Mata kiri saya sudah buta sejak lima bulan lalu,” katanya. “Tapi saya selalu datang ke Sibro untuk mengecek kondisi syaraf-syaraf saya.”

Sibro yang dimaksud adalah dokter Sibro. Dulu dokter Sibro membuka praktek di Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan. Kini klinik tersebut sudah menjadi rumah sakit besar.

Saya tahu ini karena saya akamsi alias anak kampung sini. Kami terus mengobrol hingga setengah jam kemudian. Ketika hujan sudah mulai mereda, saya pun pamit.

Sepanjang jalan saya berpikir, mungkinkah semua yang dikatakan bapak itu benar? Bahwa ayahnya adalah pemilik rumah sakit dan pamannya pernah menjadi menteri kesehatan?

Pertanyaan tersebut saya bawa ke kantor. Iseng-iseng saya coba browsing. Saya buka laman Rumah Sakit Cisarua dan saya mendapatkan artikel tentang seseorang bernama Goenawan.

Lengkapnya Goenawan Partowidigdo. Beliau ternyata seorang dokter yang mempelopori pengobatan penyakit paru. Namanya diabadikan di Rumah Sakit Cisarua! (http://www.rspg-cisarua.co.id/rspg-meluncurkan-buku-biografi-dr-goenawan-partowidigdo/)

Penelurusan saya kemudian berlanjut ke nama Profesor Satrio. Dan ternyata benar: Profesor Satrio pernah menjadi Menteri Kesehatan pada 1957-1966. (https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Menteri_Kesehatan_Indonesia)

Saya belum menemukan apakah dokter Goenawan Partowidigdo dan Profesor Satrio adalah kakak beradik. Namun keserasian cerita Si Bapak dengan temuan di internet sudah cukup membuat saya tercengang.

Tentu menarik menelusuri cerita Si Bapak. Namun saat ini sepertinya beliau lebih membutuhkan teman ngobrol. Saya bisa melihat matanya yang berbinar-binar setiap kali ia bercerita.

Namun dengan peci dan jas lusuh seperti itu, tak banyak orang mau mendekatinya.

DW

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: