Skip to content

Jose Mourinho Sudah Biasa Pakai Pemain Muda

May 31, 2016

mooKehadiran Jose Mourinho di Old Trafford tak hanya melahirkan harapan baru di tengah para pendukung Manchester United, tapi juga ketakutan.

Sebab, Mou, begitu Mourinho disapa, selama ini dianggap tidak pro dengan pemain muda. Saat masih melatih Chelsea, misalnya, ia pernah “membuang” Romelu Lukaku dan André Schürrle.

Di klub berjuluk The Blues tersebut, Mourinho tercatat pernah menjual Kevin De Bruyn. Padahal tiga pemain muda ini sedang berada di puncak performa ketika mereka dijual.

“Saya masih tidak tahu kenapa Jose Mourinho melepas saya,” kata Kevin De Bruyn, seperti dikutip dari Goal. “Dia tidak pernah sekalipun mendiskusikan hal ini kepada saya.”

Sikap dingin Mourinho kepada pemain muda ini mencemaskan pendukung Manchester United karena dianggap mengancam potensi pemain-pemain muda di akademi sepak bola Manchester United.

“Kecemasan mereka cukup beralasan karena Mourinho tidak memiliki rekam jejak yang bagus terhadap pemain muda,” kata bekas pemain Liverpool, yang kini menjadi analis sepak bola, Jamie Redknapp.

Namun benarkah Mourinho tidak berselera kepada “daun-daun muda”? Ternyata, catatan masa lalu pelatih asal Portugal ini justru menunjukkan sebaliknya.

Saat masih melatih FC Porto pada 2002-2004, misalnya, Morinho tercatat memungut beberapa pemain muda dari akademi, seperti Ricardo Calvalho. Saat itu, Mou juga memainkan Ricardo Costa, Andre Vilas Boas, Paulo Ferreira, Ellias, dan Helder Postiga.

Ketika itu, tidak satu pun pemain tersebut berusia lebih dari 23 tahun. Bahkan, Helder Postiga saat itu masih berusia 19 tahun, sedangkan Elias dan Andres Vilas Boas 20 tahun.

Begitu juga saat melatih Chelsea pada 2004-2007. Saat itu, Mou memainkan enam pemain muda, seperti Petr Cech (22 tahun), John Terry (23), Robert Huth (19), Steven Wath (19), Glen Johnson (19), Joe Cole (22), dan Arjen Robben (20).

Usia rata-rata para pemainnya saat itu 23,42 tahun. Selama tiga musim melatih Chelsea, usia rata-rata pemain dalam skuad per musim tidak pernah lebih dari 24,62 tahun.

Skuad tertua yang mungkin pernah dilatih Mourinho adalah Inter Milan pada musim 2008-2009. Saat itu, usia rata-rata skuadnya 27,43 tahun. Namun angka ini turun pada musim berikutnya menjadi 25,76.

Saat mengarsiteki Real Madrid pada 2010-2013, skuad bentukan Mourinho semakin muda. Hal ini terlihat dari usia rata-rata pemainnya yang mencapai 23,63 tahun pada musim pertamanya dan 24,48 tahun di musim terakhirnya bersama Madrid.

Tren penurunan usia ini berlanjut hingga ia kembali melatih Chelsea pada musim 2013-2014. Saat itu, usia rata-rata pemainnya 23,8 tahun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Mou ternyata tak alergi terhadap pemain muda.

Selain berdasarkan usia rata-rata pemain, perhatian Mourinho kepada pemain muda juga bisa dilihat dari catatan pembelian pemain yang dilakukannyanya.

Pada musim 2005-2006 di Chelsea, Mourinho pernah membeli Michael Essien (22), Wright Phillips (23), dan Lassana Diarra (20). Musim berikutnya, ia mendatangkan John Obi Mikel (19) dan Salomon Kalou (20).

Jangan lupakan juga Branislav Ivanovic dan Sulley Muntari yang dibeli Mourinho pada musim transfer 2007-2008. Saat itu, usia dua pemain ini belum genap 23 tahun.

Selain tak alergi terhadap pemain muda, Mourinho ternyata tak terlalu sering menghamburkan uang untuk membeli pemain bintang. Pengeluaran terbesarnya tercatat 122 juta pound sterling.

Duit tersebut dibelanjakan Mourinho di tahun pertamanya bersama Chelsea pada musim 2004-2005. Setelah itu, sampai saat ini, Mourinho tak pernah berbelanja lebih dari 103 juta pound sterling.

Bahkan, catatan keuangannya di Real Madrid termasuk irit. Selama tiga musim melatih Los Blancos, julukan Real Madrid, total pengeluaran Mourinho untuk belanja pemain hanya 135 juta pound sterling.

Angka ini jauh lebih kecil dari total belanja yang dikeluarkan Manuel Pellegrini, pelatih Real Madrid sebelum Jose Mourinho, yang di musim terakhirnya merogoh kocek hingga 193 juta pound sterling.

Karena itulah, bekas bek Manchester United, Rio Ferdinand, menyambut gembira kedatangan Mourinho di Old Trafford. Sebab, sikap Mourinho terhadap pemain muda ternyata tidak seram, seperti kabar yang beredar sebelumnya.

“Apakah Mourinho akan mematikan tradisi Manchester United dengan mengambil para pemain muda dari akademi?” kata Ferdinand. “Saya tidak yakin ia akan melakukan hal itu.”

Tebakan Ferdinand tak keliru. Sebab, beberapa hari setelah Mourinho ditunjuk menjadi pelatih Manchester United, kontrak Marcus Rashford diperpanjang hingga 4 tahun ke depan.

Rashford adalah pemain binaan asli akademi Manchester United. Perpanjangan kontrak ini sekaligus menjadi bukti tambahan jika Mourinho ternyata bukanlah monster bagi pemain-pemain muda.

_DW_

dimuat di Koran Tempo Edisi Selasa 31 Mei 2016

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: