Skip to content

TOA

January 7, 2016

Hari ini melipir ke rumah ibuk. Pengin leyeh-leyeh sambil nyeruput kopi. Pastinya nikmat.

Namun kondisi di sana ternyata lagi nggak kondusip. Ada pengajian di musola dekat rumah.

Ceramahnya pakai TOA. Benar-benar bising. Materi ceramahnya pun itu-itu aja.

Namun, soal TOA, saya jadi teringat humor Gus Dur kepada seorang biksu dan pendeta.

“Kami memanggil Tuhan dengan panggilan ‘Om’,” kata biksu. “Itu menandakan betapa dekatnya kami dengan Tuhan.

“Kenapa bisa begitu?” tanya pendeta sedikit bingung.

“Kamu tahu sendiri kan betapa dekatnya seorang keponakan kepada pamannya?” Jawab Biksu.

Pendeta itu tersenyum. “Kami memanggil Tuhan dengan sebutan ‘Bapa’,” kata Pendeta. “Jadi kami pasti lebih dekat kepada Tuhan.”

Gus Dur yang sejak tadi hanya diam sontak tertawa. Bahunya berguncang-guncang hebat.

“Kenapa anda ketawa? Apa anda merasa lebih dekat dengan Tuhan dibanding kami?” tanya pendeta.

“Ndak kok, saya ndak ngomong gitu. umat agama saya malah paling jauh dengan Tuhan.” jawab Gus Dur.

“Lho, bagaimana bisa?”

β€œGimana ndak, lah wong mereka itu kalau memanggil Tuhan harus memakai Toa,” jawab Gus Dur.

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

_DW_

2 Comments leave one →
  1. abdulloh permalink
    February 4, 2016 6:21 am

    kali yg ini aku s7 dengn gus durr he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: