Skip to content

“R”

September 11, 2015
tags: ,

radBaru ngeh ada hari radio nasional. Padahal dulu pernah jadi wartawan radio. Tapi gagal. Masalahnya sepele: saya nggak bisa ngomong “R”.

Sampai sekarang huruf satu itu masih menjadi momok. Dulu saya menyiasatinya dengan mencari kata ganti yang nggak ada “R” nya.

Kursi saya ganti bangku, komputer saya ganti pc, del el el. Tapi lama-lama capek juga. Selain itu, ngga setiap kata punya sinonim yang tanpa “R”.

Sekarang sih saya cuek aja. Kalau ada orang meledek, ya biar saja. Kalau dengan meledek itu bisa membuatnya bahagia, saya akan ikut berbahagia.

Karena kalau kita hanya fokus pada apa yang kurang, maka selamanya akan kekurangan. Jadi saya memilih bersyukur saja, meskipun bersyukur ada “R”-nya.

Selamat Hali Ladio Nasional!

_DW_

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: