Skip to content

Maaf, Melupakanmu

August 8, 2015

Hari belum gelap benar ketika bayangan itu berkelebat persis di depanku. Seorang gadis tiba-tiba saja sudah berdiri.

Wajahnya tak kukenali namun rasanya cukup familiar. Samar-samar kuingat lesung pipit itu. “Kaukah itu?” desisku tanpa sadar.

Gadis itu hanya menatap. Silir angin meriakkan anak-anak rambutnya, membawa harum aroma kamboja. Sesaat aku membeku.

“Kaukah itu?” Tak salah lagi. Tak mungkin keliru. Kaulah itu. Bisa kurasakan sapuan matamu mengusap batinku.

Tapi gadis itu diam saja. Hening. Senyap. Kebisuan terasa semakin menakutkan. Aku terjebak sorot matamu, terjerat dingin wajahmu.

Detik-detik merayap seperti semut basah yang meninggalkan jejak air di lantai, memantulkan cahaya bulan yang mulai merangkak naik.

Sudah malam. Aku harus pergi. Kutatap wajahnya sekali lagi. Jiwaku mengenalimu, namun memoriku tak mengingatmu.

Maaf, aku melupakanmu.

_DW_

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: