Skip to content

Cuma Anak Kecil, Bukan Anak Nakal

April 20, 2015
ilustrasi: pixgood.com

ilustrasi: pixgood.com

Saya lagi menonton teve ketika seorang keponakan datang dan langsung bertanya, “Om, boleh injek kakinya, ga?”

Tentu saja, saya menggeleng. Tapi dasar anak kecil, ia tetap saja menginjak kaki saya. Berkali-kali. Sambil tertawa pula.

Tak lama setelah itu, bocah yang usianya belum genap lima tahun ini mendadak menyodorkan kakinya. “Nih, Om gantian kakiku diinjek,” katanya.

“Nggak, ah,” saya menggeleng.

“Kamu takut diomelin ayahku, ya? Gapapa Om, injek aja. Aku nggak ngadu ke Ayah, kok,” katanya dengan tatapan yang nyaris membuat saya tertawa.

Segera saya tarik lengannya lalu berbisik, “Aku nggak mau nginjek karena aku nggak mau menyakiti orang lain.”

Sesaat ia diam. Mata besarnya menatapku. Saya tahu sesuatu sedang berkelebat di kepalanya. Entah apa karena tiba-tiba ia menubrukku. “Maaf ya, Om..aku nakal..”

Kuusap kepalanya sambil memintanya tak menangis. Saya tidak tahu jika anak lelaki kecil yang super aktif ini ternyata begitu sensitif.

“Kamu nggak nakal, kamu cuma anak kecil. Udah ya jangan nangis,” kataku sambil menepuk-nepuk punggungnya.

Dari dulu saya tidak pernah percaya ada anak nakal. Mereka hanya kurang dipeluk..

_DW_

aca Juga:
Al Quran Lain Milik Syiah
Kemanapun Itu Tuhan Tahu
Ketika Subuh Selalu Molor
Tausiah Nasi Kuning
Penghianat Takdir
Deru Buldozer di Teras Kabah

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: