Skip to content

Karena Nama Punya Cerita

February 3, 2015

Saya pernah berkhayal, jika suatu saat saya dititipi anak perempuan, saya akan menamainya Jingga. Sebuah nama yang anggun. Juga warna yang selalu membuat saya terpesona.

Tapi kemudian saya berpikir, jika saya menamainya Jingga, maka kelak saya akan memanggilnya, “Jing”. Lalu dia mungkin akan menyahut, “Ya, (A) Biii.”

Jadinya seperti anjing memanggil babi. Maka saya coret nama Jingga ketika dokter kandungan memastikan kehamilan istri saya, April lalu.

Saya sebenarnya tidak begitu mempersoalkan nama. Apapun selama klik di hati, akan saya pilih. Persoalannya, mencari yang klik itu yang susah.

Beberapa orang mungkin menganggap nama seperti ruang kosong tempat bermacam doa bisa dijejalkan ke dalamnya. Karena itu mereka menggunakan kata-kata sarat doa untuk nama anaknya.

Saya sendiri menganggap nama adalah cerita. Karenanya ia bisa apa saja. Bisa Timur Angin, Embun Pagi, Mata Senja atau bahkan Hening. Semua membawa kisahnya masing-masing.

Begitu pun dengan putri kami. Ia hadir dengan kisahnya sendiri, tentang tawa dan tangis kami menyambut kehadirannya. Karena itu, saya menamainya Didia Dakita, versi langsing dari kalimat “Di dia ada kita”.

Selamat datang, Didia. Jangan cepat besar ya, nanti nggak lucu lagi🙂

_DW_

2 Comments leave one →
  1. January 13, 2016 5:13 am

    Nama anaknya bagus Pak dan ada cerita di baliknya. Salam untuk adik Didia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: