Skip to content

Perginya Senandung Ibu

October 30, 2014

“Kau selalu di hati, bersemi di dalam kalbu, dari semula, hingga akhirnya, kasih ku serahkan..”

Suara Mba (apa tante ya?) Tetty Kadi dari komputer tua di meja seberang mengingatkanku pada ibu.
Dulu sekali, ketika dua adikku belum lahir, ibu selalu menyetel lagu-lagu Tetty Kadi lalu ikut mendendangkannya.
Kini, ibu tak selincah dulu. Keriput mulai merambati kulit-kulitnya dan ia mulai sering mengeluh sakit kepala.
Tapi ia masih bisa berjalan ke pasar. Hanya, ia tak lagi menyanyi. Saya tak tahu persis mulai kapan ibu berhenti bernyanyi.
_DW_

Baca Juga:
Nyi Ratu di Belakang Jokowi
Tausiah Nasi Kuning
Gol-gol yang Membebaskan
Kado Tragis Buat Moyes
Susie Wolff, Setelah Dua Dekade
Kelas Baru Ducati
Bayi Alien Pencetak Rekor MotoGP
Surga Pajak Juara Dunia
Mimpi Dua Dekade Bosnia
Menu Baru Timnas U-19
Guru Sekolah di Sukses Arsenal
Singa Ompong di Kandang Emas
Menanti Tarian Neymar di Camp Nou
Jejak Fergie di Kamar Ganti Moyes
Kala Fergie Meracik Madu dan Roti
Kubus Ajaib Pemoles Dortmund
Skandal Gigi di Padang Golf
Kisah Blanco dari Negeri Tango
Sumbu Panjang KPSI-PSSI
Messi Terpilih dari Belakang Meja Kami
Tato di Bahu Leo

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: