Skip to content

Seribu Laga Buat Wenger

March 22, 2014

arsene-wenger-classicPesta rahasia itu digelar di London Colney, tempat latihan para pemain Arsenal, kemarin. Petinggi Arsenal Sir Chips Kewick dan Ketua Asosiasi Manajer Liga Richard Bevan berbaur bersama para pemain dan staf. Perhatian mereka tertuju pada lelaki jangkung berambut perak: Arsene Wenger.

Tak banyak yang tahu detil pesta itu karena manajemen Arsenal, atas permintaan Wenger, memang merahasiakannya. Tapi semua mafhum jika pesta itu digelar untuk merayakan laga ke-1000 yang akan dijalani Wenger bersama Arsenal saat mereka melawat ke Stamford Brige, malam ini.

“Saya tidak percaya ternyata saya sudah sangat lama di sini,” kata Wenger, dalam sambutan terpisah. “Sepertinya baru kemarin saya memulainya. Waktu terasa begitu cepat karena saya selalu fokus pada pertandingan-pertandingan yang kami hadapi dan itu tidak ada habisnya.”

Pelatih berdarah Prancis ini memang dikenal tak bisa mengalihkan pikirannya dari sepak bola. Bekas kiper Arsenal, David Seaman, tahu persis hal ini. Ia pernah makan siang bersama Wenger dalam perjalanan menuju kandang Aston Villa. 

Saat itu Wenger memesan apple pie. Namun, sebelum sempat menyantapnya, mendadak televisi menayangkan siaran ulang pertandingan sepak bola. Wenger langsung menggeser duduknya mendekati televisi. Tanpa disadarinya, apple pie-nya ikut bergeser dan jatuh ke lantai!

“Begitu dia kembali wajahnya langsung terlihat bingung. Dia hanya berkata, ‘Ahhh!'” kata Seaman, mengenang. Kiper berambut panjang ini pernah 564 kali membela Arsenal pada musim 1990-2003.

Fokus itu pula yang membuat Le Profesor –julukan Wenger– tak ingin pesta perayaan 1000 laganya dirayakan besar-besaran. Sebab ia tak ingin menggangu persiapan tim untuk melawan Chelsea, besok. Ia ingin semua pemain benar-benar fokus pada pertandingan.

Maklum, laga kontra Chelsea dalam laga lanjutan Liga Premier ini punya nilai penting bagi Wenger. Selain akan jadi laga ke-1000-nya, duel ini sekaligus juga mempertaruhkan harga dirinya sebagai pelatih. 

Sebab, selama ini ia tidak pernah menang setiap kali bertemu tim yang dibesut Jose Mourinho –pelatih Chelsea. Dari 10 pertemuan mereka, rekor terbaik Wenger hanya bermain imbang di lima pertandingan. Selebihnya, kalah. 

Tak mengherankan jika pelatih berusia 64 tahun ini menargetkan kemenangan di Stamford Bridge. “Saya berharap laga berikutnya akan jadi pertandingan yang akan saya kenang,” katanya.

Mempermalukan Chelsea di kandang mereka sendiri tentu akan membuat Jose Mourinho, setelah penghinaannya atas Wenger, akan kehilangan muka. Pelatih Chelsea itu pernah menyebut Wenger sebagai ‘pelatih spesialis kalah’!

Selain itu, Wenger juga membutuhkan kemenangan agar bisa terus menjaga peluang juara Liga Premier. Saat ini mereka berada di peringkat 3 klasemen dengan 62 poin, tertinggal hanya 4 poin dari Chelsea yang anteng di puncak klasemen. 

Mereka juga membutuhkan poin agar tetap bisa menempel Liverpool yang berada di peringkat kedua dengan poin sama –Liverpool hanya unggul selisih poin. Tiga poin juga multak harus mereka raih agar tetap bisa menjaga jarak dari Manchester City yang terus menyodok di peringkat 4 dengan 60 poin.  

Tentu saja, tak mudah menekuk Chelsea di kandang mereka sendiri. The Blues –julukan Chelsea– belum pernah kalah di kandang musim ini. Dari 15 laga di Stamford Bridge, mereka meraih 13 kemenangan dan dua kali imbang. Selain itu, mereka juga tak pernah kebobolan dalam 4 laga kandang terakhir!

Wenger bisa mengandalkan rekor timnya yang telah meraup 9 kemenangan pada laga tandang –catatan terbaik di liga premier saat ini. Persoalannya, kini mereka akan bermain tanpa Jack Wilshere, Mesut Ozil, Theo Walcott dan Aaron Ramsey yang masih tumbang dihantam cedera. 

Sementara di pihak Chelsea, hanya Ashley Cole yang tak bisa dimainkan. Mourinho sendiri sudah memasang kuda-kuda. Ia siap menjadikan laga ke-1000 Wenger itu menjadi laga yang tak ingin dikenang Wenger. 

Pesta kecil di London Colney memang tak meriah, seperti sambutan Arsenal ketika Wenger pertama kali menginjakkan kaki di Highbury –markas The Gunners sebelum hijrah ke Emirates Stadium– hampir 17 tahun lalu.

Tony Adams, kapten Arsenal ketika itu, bahkan menyebut Wenger lebih mirip guru sekolah dibanding pelatih sepak bola. Penampilan Wenger ketika itu memang mirip guru: rambut disisir menyamping, kacamata bulat, dan kening yang selalu berkerut. “Apa yang bisa dilakukan orang Prancis ini?” kata Adams.

Harian Evening Standard yang terbit di London bahkan menurunkan artikel dengan judul besar yang cukup menohok: ‘Arsene Who?’. Ketika itu memang tak banyak yang tahu siapa Wenger. Sehingga tak seorang pun menyangka pria jangkung itu kemudian bakal bertahan hingga 1000 pertandingan!

REUTERS | DAILY MAIL | SKY SPORTS | DW
*dimuat di koran tempo hari ini

Baca juga:
Guru Sekolah di Sukses Arsenal
Singa Ompong di Kandang Emas
Menanti Tarian Neymar di Camp Nou
Jejak Fergie di Kamar Ganti Moyes
Kala Fergie Meracik Madu dan Roti
Kubus Ajaib Pemoles Dortmund
Skandal Gigi di Padang Golf
Kisah Blanco dari Negeri Tango
Sumbu Panjang KPSI-PSSI
Messi Terpilih dari Belakang Meja Kami
Tato di Bahu Leo

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: