Skip to content

Pikun

August 21, 2013

behind-kfcDi warung makan siang ini.

“Dibungkus ya, Bu,”
“Pake nasi, Mas?”
“Nggak, bungkusnya aja.”
Ibunya diem sejenak. Mikir.
“Ya pakelah Bu, mosok saya mau makan bungkus!”
Si ibu geleng-geleng kepala. “Maklum Mas, sudah pikun.”
“Sejak kapan, Bu?”
“Apanya?”
“Pikunnya?”
“Hmm..udah dua tahun ini kayaknya.”
“Lha, itu inget!”
Si ibu ngikik. Bahunya berguncang-guncang, matanya menyipit. “Ini nasinya, Mas,” katanya setelah tawanya habis.
“Makasih ya, Bu.”
Si ibu lalu melayani pembeli lain. Tiba-tiba ia ingat sesuatu dan bergegas ke luar. “Lho..Mas, Mas..duitnya belum.”
Tapi Si Mas sudah jauh. Ia melangkah sambil senyum-senyum sendiri. Dasar Ibu pikun, batinnya.

_DW_

Baca Juga:
Tertawalah Pada Tempatnya
Kutukan Salah Alamat

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: