Skip to content

Forum OB

June 18, 2013

Ilustrasi: rooseveltislander.blogspot.com

Ilustrasi: rooseveltislander.blogspot.com

Seorang office boy ragu-ragu mendatangi meja saya malam tadi. Wajahnya seperti orang habis menjalani psikotes.

“Maaf Mas, handphonenya ketinggalan,” katanya sambil menyodorkan sebuah blackberry.

Sekilas saja saya langsung tahu, itu bukan punya saya. Di layar blackberry saya ada foto mantan pacar, sementara latar blackberry itu bergambar awan. “Ini bukan punya saya.”

Office boy itu — usianya mungkin belum genap 25 tahun– tampak bingung. “Kalau begitu punya siapa ya, Mas?”

Saya menggeleng. Seorang redaktur menyarankan agar blackberry itu dititipkan di resepsionis, sehingga siapapun pemiliknya bisa langsung mengambilnya saat ke kantor besok pagi.

Office boy itu, saya lupa menanyakan namanya, langsung meluncur ke meja resepsionis. Blackberry itu aman. Pemiliknya pasti akan senang saat mendapati blackberrynya ternyata tak jadi hilang.

Sebab, saat ini, apa yang tertinggal biasanya langsung lenyap. Butuh keajaiban untuk menemukan kembali barang yang hilang karena jumlah orang jujur saat ini tinggal segelintir.

Saya membayangkan betapa dahsyat perang batin yang bergolak di benak si office boy ketika menemukan blackberry itu.

Blackberry itu ia temukan di musola. Di situ tak ada CCTV dan selalu sepi. Sehingga, ia hanya tinggal memasukkannya ke kantong, beres. Kecuali Tuhan dan setan membocorkannya, tak mungkin ada yang tahu.

Dan ia hanya butuh beberapa detik untuk melakukannya. Beberapa detik yang –siapapun yang pernah mengalami momen ini pasti tahu — sangat dilematis.

Ia memilih mengembalikan blackberry itu. Keputusan naif yang mungkin saja akan disesalinya semalaman. Mengembalikan blacberry ketika ia punya semua peluang untuk menilapnya, bukankah itu naif –kalau tak bisa disebut dungu?

Mungkin. Tapi, bukankah lebih naif jika kejujuran justru diajarkan oleh office boy yang menempati strata terbawah di kantor?

Saya berandai-andai office boy ini membentuk sebuah forum, mungkin bernama Forum OB, kejujurannya barangkali akan menular ke office boy-office boy lain.

_DW_

Baca Juga:
Sendiri Membela Durno
Islami
Uje
Di Balik Teralis
Biarkan Anjing Menggonggong..
Sepucuk Daun di Pusaran Angin
Rumah, Surga yang Tak Sempurna
Tuhan Dalam Kenangan Kami
Tuhan dan Secangkir Kopi
Embun dari Tibet
Selamat Natal, MUI
Tuhan Ada di Tengah
Kisah Sesat Para Penepuk Dada
Jalan Sunyi Para Santri
Anti Klimaks Fatwa Zakat

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: