Skip to content

Tak Akan Ada Fergie Kedua

May 9, 2013

ferrr

Masih pukul 06.50 pagi ketika Sir Alex Ferguson melintasi pemeriksaan keamanan di Carrington Training Ground, pusat pelatihan Manchester United, 2 hari lalu. Di balik stir mobilnya, pelatih berusia 71 tahun itu tersenyum kepada petugas keamanan. Tak seorang pun menduga hari itu akan jadi momen paling emosional dalam sejarah United.

Fergie, sehari sebelumnya, telah meminta semua staf pelatih berkumpul di ruang kerjanya tepat pukul 07.00. Namun tak ada yang curiga karena mereka memang biasa menggelar pertemuan pagi hari sebelum sesi latihan dimulai. Tapi, Selasa pagi, itu wajah Fergie berbeda. Bos United itu tanpa isyarat apa-apa mengumumkan pengunduran dirinya.

“Kami diminta datang ke kantornya dan ia langsung mengatakan keputusannya untuk berhenti,” kata Asisten Pelatih, Rene Meulensteen. “Kami sungguh terkejut dan sulit untuk mempercayainya. Tapi keputusannya telah bulat.”

Pertemuan dengan staf pelatih itu hanya berlansung 10 menit. Fergie kemudian menemui para pemain di ruang pertemuan di Carrington. Ia berdiri di depan mereka, berusaha tampil tenang, tapi suaranya seperti tersedak. “Tak mudah mengambil keputusan ini. Tapi sangat penting bagiku untuk meninggalkan klub ketika kalian dalam kondisi terkuat.”

Kedukaan lekas menyeruak. Kabar mundurnya Fergie sebenarnya telah sampai ke telinga para pemain pada Selasa malam. Gosip itu beredar ketika mereka sedang kongkow-kongkow di klub golf Dunham Marssey. Tapi saat itu tak seorang pun percaya.

Fergie memang menyimpan rapat keputusan mundurnya. Sampai keputusan itu diumumkan, hanya ada 2 orang yang mengetahui: CEO Manchester United David gills dan keluarga Glazers –pemilih Manchester United. Mereka telah mengetahui kabar ini sejak akhir Februari lalu.

Saat itu Gills dan Glazer mencoba menahannya. Tapi Fergie kukuh mundur. Akhirnya mereka menyerah. Mereka bersedia melepas Fergie asalkan Fergie mengumumkannya pada Rabu, 8 Mei, pukul 10.00 waktu London. Fergie setuju.

Dan Rabu pagi waktu Inggis, lebih cepat 45 menit dari rencana semula, twitt resmi dari United meluncur di lini masa: “Sir Alex Ferguson retires. #thankyousiralex.” Kabar singkat ini sontak membuat dunia terhenyak. Sebab 3 hari sebelum memutuskan mundur, Fergie berkata kepada The Sun: “Saya tidak punya rencana untuk pergi dari sesuatu yang spesial.”

Mantan penjaga gawang United, Peter Schmeichel, pun shock. “Dia pernah berkata hari (pensiunnya) akan datang jika segala sesuatunya berjalan tak sesuai rencana. Tapi saat ini segalanya sempurna bagi united sehingga tak masuk akal ia mundur sekarang. Saya bahkan tak bisa menebak alasan ia mundur sesungguhnya.”

Sampai saat ini, alasan dibalik keputusan Fergie memang misteri. The Sun menduga Fergie mundur karena masalah kesehatan. Pada 2004 Sir Alex menjalani operasi. Dadanya dibelah kemudian dimasukkan alat pacu jatung untuk mengatur detak jantungnya.

Tiga bulan lalu, dalam sebuan wawancara, ia berkata, “Ketika anda bertambah tua, maka tak ada yang bisa menjamin kesehatan anda. Kita semua rentan terhadap usia.” Namun saat itu Sir Alex tak mengeluhkan kesehatannya. Ia justru mengilustrasikan kesehatannya “Keren seperti perahu nelayan”.

Spekulasi lain, Sir Alex mundur karena orang kepercayaannya di United, David Gills, akan hengkang Juni nanti menyusul pencalonannya sebagai Komite Eksekutif UEFA. Gill adalah CEO di United. Ia telah menghabiskan 10 tahun terakhir bersama Fergie. Dialah orang di balik perekrutan Wayne Rooney, Michael Carrick, Nemanja Vidic dan Robin van Persie.

Fergie menganggapnya lebih dari sekedar mitra kerja. Gill adalah sahabat sekaligus orang kepercayaannya. “Dia memiliki kualitas dan selalu menempatkan united di atas segalanya. Tentu saja kami pernah berdebat jutaan kali tapi saya tidak pernah kehilangan kepercayaan kepadanya.” kata Fergie. “Dia bos saya.”

Pada akhir Februari, situs berita Mirror yang berbasis di Inggris bahkan sudah menduga kepergian Gill dari United akan diikuti Ferguson di akhir musim. Sebab Ed Woodward, pengganti Gill, dikabarkan tak bisa bekerjasama dengan Fergie.

Adapun Sir Bobby Charlton, pemain legendaris United, menduga keputusan Fergie lebih karena alasan keluarga. “Dia sudah lama sekali menyisihkan waktunya untuk klub, kini saatnya bagi dia untuk lebih banyak bersama keluarga.”

Fergie telah 27 tahun menjadi juru taktik united. Ia, antara lain, telah mempersembahkan 13 gelar Liga Premier, 2 trofi Liga Champions, 5 Piala FA, 10 trofi Charity Shield, dan 1 trofi Piala Dunia Antarklub. Torehan itu membuatnya menjadi pelatih paling sukses di Inggris.

“Kepada fans, terima kasih. Dukungan kalian selama bertahun-tahun sangat luar biasa. Ini menjadi sebuah kehormatan dan istimewa memiliki kesempatan memimpin klub kalian dan saya akan selalu mengenang momen sebagai manajer Manchester United,” kata Fergie.

Kami pun rasanya akan mengingat Sir Alex Ferguson sebagai pelatih terhebat sepanjang massa. Seperti kata David Beckham, mantan bintang United: “Tidak akan ada sosok seperti dia lagi dalam sepak bola.”

TELEGRAPH | MIRROR | BBC | THE SUN | DW

Baca Juga:
Skandal Gigi di Padang Golf
Duet Baru Stok Lama
Sumbu Panjang KPSI-PSSI
Tato di Bahu Leo
Sampai Mati Menanti Gaji
Malaikat Telat Turun ke Timnas
Serba Salah
Kritik Nike di Punggung Timnas
Balada The Real Garuda

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: