Skip to content

Rumah, Surga yang Tak Sempurna

February 19, 2013
tags: ,

rumahkuRumahku surgaku. Seharusnya begitu. Tapi tak semua rumah menjadi surga, terutama rumah-rumah yang dibeli dari pengembang. Karena, begitu serah terima kunci, satu per satu persoalan muncul. Mulai dinding retak, air keruh, genteng bocor/tampias, lantai kopong, cat tipis hingga kunci macet.

Ini karena pengembang juga pedagang, mereka ingin untung besar. Caranya, antara lain, menurunkan spek bangunan dari yang tertera di brosur atau mengirit bahan bangunan. Hasilnya, kualitas bangunan tak sempurna. Rumah yang diharapkan menjadi surga, justru bikin berat kepala. Sebab persoalan retak atau air keruh bisa diatasi, tapi rasa kecewa sulit diobati.

Untungnya, sejak awal saya telah menurunkan ekpekstasi mendapatkan rumah berkualitas bagus dari pengembang. Sehingga, begitu hasilnya kurang oke, saya tak begitu kecewa. Tapi, tetap saja ada retak di dinding, air keruh, genteng bocor, cat tipis yang bikin retak hati.

Membayar tukang bisa jadi jalan pintas paling enak. Tinggal gesek kartu ATM, bikin kopi, rumah pun jadi. Tapi saya pilih mengerjakan sendiri, karena duit di ATM tak bisa diajak kompromi..xixi.

Jadi tukang ternyata nikmat juga. Memasang genteng, menambal dinding, mengaci, mengecat, mengocok sumur bor ternyata punya seninya sendiri. Saya menikmati setiap goresan cat, setiap sapuan acian dan setiap pergantian genteng yang bocor.

Hasilnya lumayan. Atap tak bocor lagi, retak tembok mulai tertutup, air sumur mulai jernih (meski masih berbau rawa) dan dinding sudah berganti warna. Duit, alhamdulillah, tak keluar banyak –karena tak harus bayar tukang. Tapi, sebagai gantinya, saya jadi keling dan jempol kaki bengkak ketiban pengki!

Tapi, diantara rasa letih dan nyeri di kaki itu tiba-tiba saya melihat segala sesuatu tentang rumah ini begitu sempurna. Mungkin benar kata orang bahwa sesuatu menjadi sempurna karena ia tak sempurna. Begitu juga rumah, ia menjadi surga karena ketaksempurnaannya.

Sebab surga sejatinya adalah kata kerja, sebuah proses perbaikan yang tanpa henti…

_DW_

Baca Juga:
Mewahnya Jendela Samping

3 Comments leave one →
  1. February 20, 2013 9:00 am

    Aku pengen bisa lho naik genteng, tapi selalu takut di injakan tangga kedua. 😀

    Pernah nekat, tapi di injakan ke lima pijakan tangganya patah dan aku meluncur dengan tidak sempurna.

    Hiks..

    • February 20, 2013 2:55 pm

      di tangganya emang rentang, tapi klo dah di atas, selama dudukan gentengnya pas, pasti aman..hehe. emang enak klo dah di atas, apalagi sambil bawa layangan..wkwk

      • February 20, 2013 3:05 pm

        Besok minggu ke rumah bisa nggak? Ada genteng yang nggeser deh kayaknya..
        😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: