Skip to content

Selamat Natal, MUI

December 20, 2012

muslim-christianKalau ada orang yang paling bingung menyikapi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar umat Islam tak mengucapkan selamat natal adalah teman saya. Namanya, sebut saja, Gus. Tentu saja, bukan Gus Sholah.

“Lha ini gimana, istri saya kan Kristen, masak ga boleh ngucapin selamat natal. Lha wong setiap lebaran aja dia ngucapin selamat idul fitri, pakai maaf lahir batin pula.”

Saya pun sebenarnya tak kalah bingung. Bukan karena istri saya Kristen, tapi karena sikap MUI itu. Apa salahnya, sih, ngucapin selamat natal?

MUI menganggap ucapan selamat natal termasuk bagian dari ritual perayaan natal, karena itu hukumnya haram. Sebab, dengan mengucapkan selamat natal berarti si pengucap secara tak langsung mengakui Yesus –yang dalam Islam berstatus nabi– sebagai tuhan.

Sederhananya, MUI menganggap ucapan selamat natal semacam penegasan atas keyakinan, mirip syahadat. Padahal, apa seseram itu?

Ucapan selamat natal sepertinya lebih mirip ucapan selamat tahun baru, selamat hari ibu, atau selamat malam/siang/sore. Tak ada kesaksian apalagi sumpah –seperti dalam syahadat– yang mengikat dalam ucapan itu.

Saya ngeri membayangkan jika MUI mengetahui tradisi yang berlaku di Raja Ampat. Di sana, setiap ada acara adat selalu dibuka oleh seorang haji lalu ditutup oleh pendeta atau sebaliknya. Haramkah tradisi itu?

MUI mestinya jembar. Sebab, jika kita tak toleran terhadap hal-hal sepele seperti ini, bagaimana kita bisa memberi ruang pada perbedaan-perbedaan besar. Tak heran jika penganut Ahmadiyah terus diburu dan warga Syiah Sampang hingga kini masih terusir.

“Jadi gimana?” suara Gus membuyarkan lamunan saya.

“Ehmm..tenang saja Gus,” kata saya sambil memutar otak mencari jawaban. “Larangan MUI itu kurang lengkap. Sebenarnya bunyi larangan itu: dilarang mengucapkan selamat natal kepada….MUI.”

_DW_
sumber ilustrasi

Baca Juga
Tuhan Ada di Tengah
Kisah “Sesat” Para Penepuk Dada
Jalan Sunyi Para Santri
Para Penjaja Lalat
Majelis Togel
Anti Klimaks Fatwa Zakat
Muhammad Naik Adam Turun
Seribu Dai Sedikit Arti
Ketika Toyo Bertemu Tuhan

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: