Skip to content

Tuhan Ada di Tengah

December 19, 2012

Mas Pur ini bukan ustad, kyai, apalagi sufi. Tapi percikan pikirannya seringkali lebih membakar dari ajaran Siti Jenar. Suatu malam, misalnya, dia pernah melempar satu pertanyaan yang membuat seisi warung kopi di samping masjid keder.
“Tuhan hanya satu,” katanya sembari senyum-senyum. “Letaknya di mana?”
Beberapa orang menjawab: di hati, di langit, di laut, di pikiran, di dalam kebenaran. Tapi semua jawaban itu direspon dengan gelengan kepala.
“Yang benar,” kata dia sembari mencomot pisang goreng, “Di tengah.”
“Di tengah apa? Tengah langit, tengah bumi atau di tengah-tengah kita?” kejar seorang teman. Ia gregetan melihat Mas Pur dengan santainya mengunyah pisang sementara orang-orang menanti jawaban darinya.
Mas Pur tersenyum. Ia mengambil sehelai tisu sebelum berkata, “Di tengah kata.” Ia lalu mengeja pertanyaannya: “Tuhan (huruf) h-nya satu, letaknya ya di tengah.”
Butuh waktu beberapa detik sebelum kami spontan berseru, “Ooo….”
Mas Pur hanya cekikikan. Ia mencomot lagi sepotong pisang goreng lalu bangkit. Sebelum pergi ia berkata, “Makanya kalau beragama jangan terlalu serius, nanti bisa jadi teroris.”

_DW_

Baca Juga
Kisah “Sesat” Para Penepuk Dada
Jalan Sunyi Para Santri
Para Penjaja Lalat
Majelis Togel
Anti Klimaks Fatwa Zakat
Muhammad Naik Adam Turun
Seribu Dai Sedikit Arti
Ketika Toyo Bertemu Tuhan

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: