Skip to content

Berdiri Sama Tinggi, Duduk Sama-sama

December 8, 2012

Ramadan kemarin seorang teman sukses mengumpulkan dana hingga Rp 26 juta. Duit hasil kolekan teman-temannya itu ia dibelikan baju, tas, sarung dan mukena untuk anak-anak di sebuah yayasan yatim piatu.
Beberapa pekan lalu, teman itu kembali berinisiatif menggalang dana untuk membantu sebuah rumah multimedia, tempat siswa-siswa berprestasi tapi tak mampu mempelajari desain dan olah foto. Saya melanjutkan proposal itu ke teman-teman lain. Tapi, sayangnya, respon mereka tak seghirah ketika membantu anak-anak di yayasan yatim piatu.
Barangkali kita memang lebih suka mengulurkan tangan membantu orang yang membutuhkan ketimbang mendorong mereka untuk maju. Kita barangkali tak suka melihat orang menderita, tapi di saat yang sama tak ingin melihat mereka lebih bahagia dari kita.
Ah, rupanya benar kata psikolog itu, manusia memang selalu terjebak dalam dilema: ia mahluk sosial, tapi juga ber-ego. Ia tak bisa hidup tanpa orang lain tapi juga cenderung mementingkan dirinya sendiri. Jadinya kita selalu ingin berdiri sama tinggi, tapi tak pernah ingin duduk di tempat yang lebih rendah. Barangkali, lho…hehe.

Hepi Wiken!

DW

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: