Skip to content

Dalam Toleransi Timai

December 6, 2012

Mayoritas penduduk di Misool Timur Selatan, Raja Ampat, beragama Islam dan Kristen. Tapi tradisi mistis tetap mendominasi kehidupan mereka. Dalam upacara pendeklarasian zona adat kawasan konservasi laut daerah Misool Timur Selatan, Rabu pekan lalu, misalnya, seekor ayam putih digorok untuk dijadikan tumbal. Darahnya, bersama nampan-nampan berisi timai alias sesaji, kemudian disebar ke empat pulau, salah satunya di sebuah gua kecil di Pulau Wayaban.
Kombinasi antara mistik dan agama memang lumrah di banyak tempat di negeri ini. Tapi untuk toleransi antar agama, Raja Ampat rasanya perlu ditiru. Dalam acara adat itu, misalnya, doa pembuka disampaikan seorang haji tapi doa penutupnya dibacakan pendeta. Toleransi yang
lumrah bagi penduduk setempat, tapi sangat luar biasa bagi saya. sebab di jakarta ini, mungkin juga di kota lain, sejak adanya front, toleransi beragama tak lagi lumrah.

_DW_

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: