Skip to content

Bukan Salah Buaya

October 10, 2012

Seorang kawan membatalkan rencananya membeli sepetak rumah di perumahan Graha Cileduk Asri. Bukan karena duitnya kurang atau status tanahnya tak jelas, tapi karena nama perumahan itu membuat hatinya kurang sreg.

“Saya nggak mau tinggal di sana. Memangnya saya lelaki buaya,” katanya menjelaskan. “Soalnya graha itu berarti roh jahat atau buaya.”

Saya terkejut. Baru kali ini saya mendengar kata “graha” yang berarti roh jahat atau buaya. Setahu saya sih, kata itu bermakna tempat tinggal alias rumah.

“Kalau rumah itu grha atau griya. Itu semua aslinya bahasa sansekerta. Tapi karena kata graha sudah terlanjur banyak dipakai gedung-gedung dan perumahan, jadi dianggap biasa.”

Usai obrolan itu saya senyum-senyum sendiri sambil mengingat-ingat gedung apa saja yang memakai kata graha: Bina Graha, Graha Bakti Budaya, Artha Graha..

DW
sumber foto

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: