Skip to content

Pahitnya Salah Semprit

October 9, 2012

Tak ada senyum di wajah Pelatih Rayo Vallecano, Paco Jemez, saat timnya menekuk Deportivo La Coruna dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan La Liga di Estadio del Rayo, Ahad lalu. Sebab, meski berhasil meraih poin penuh, namun timnya menderita kerugian besar: mendapat 8 kartu kuning, salah satunya berbuah pinalti.

“Delapan kartu kuning itu berlebihan,” katanya tak bisa menahan geram. “Kalau memang pemain bermain terlalu keras dan wasit memperlakukan tim lawan dengan cara yang sama, kami bisa menerima. Kami mungkin hanya tim kecil, tapi pemain kami bukan orang-orang brengsek!”

Jemez memang geram setengah mati. Bayangkan saja, dalam 7 pekan terakhir, mereka sudah mendapat 5 kali sanksi penalti. Ini membuat timnya melorot ke peringkat 10 klasemen sementara La Liga dengan 7 poin dari 7 kali bertanding. Tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Barcelona yang telah meraup 19 poin.

Wasit, kata Jemez, terlalu cepat mengambil keputusan sehingga tak jarang keputusan yang diambilnya keliru. Ia juga menuding wasit cederung membela tim-tim besar. “Sebagai tim kecil kami selalu berusaha tetap rendah hati,” katanya. “Tapi wasit sepertinya lebih sering meniup pluit yang merugikan tim kecil seperti kami.”.

Kinerja wasit La Liga memang tengah menjadi sorotan. Sampai pekan
ketujuh ini, mereka telah mengeluarkan 7 kartu merah. Tiga diantaranya dikeluarkan oleh wasit Muniz Fernandes saat memimpin laga Zaragoza kontra Getafe, pekan lalu.

Saat itu wasit Muniz mengusir dua pemain Zaragoza, yakni Ndri Romaric dan Alvaro, serta seorang pemain Getafe, Abdel Barrada. Kartu merah untuk Alvaro berbuah pinalti. Di akhir laga, Zaragoza yang tampil di kandang sendiri kembali harus menelan kekalahan 0-1. Ini menjadi kekalahan ketiga dari empat partai kandang mereka.

“Kami tak percaya ini terjadi. Para pemain marah dan beberapa diantara mereka menangis di ruang ganti,” kata pelatih Zaragoza, Manolo Jimenez. “Mereka lelah dengan realitas keras ini.”

Mantan wasit terbaik La Liga, Juan Andujar Oliver, mengakui ada yang
tak beres dengan sejumlah keputusan wasit dalam beberapa pertandingan
di La Liga. Ia mencontohkan keputusan wasit Muniz memberi hadiah
pinalti kepada Getafe adalah keputusan keliru.

Keputusan wasit lain yang menjadi kontroversi adalah pengusiran pemain Sevilla, Gary Medel, oleh wasit Mateu Lahoz. Lahoz memberikan kartu merah ke Gary Medel lantaran pemain gelandang itu dianggap menanduk Cesc Fabregas saat Sevilla menjamu Barcelona, dua pekan lalu.

Keputusan Lahoz segera menuai kontroversi karena Cesc tak benar-benar ditanduk. Komite Kompetisi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) yang menelusuri kasus ini juga menilai Medel tak melakukan penandukkan. Meski begitu, RFEF tetap menilai terjadi kekerasan terhadap Cesc. Medel pun tetap mendapat skorsing untuk dua pertandingan ke depan.

Tapi tak semua korban kecerobohan wasit adalah tim gurem. Barcelona juga mengalami pahitnya kartu merah. Adalah pelatih mereka, Tito Vilanova, yang diusir wasit saat timnya menghadapi Osasuna di pertandingan kedua La Liga, akhir Agustus lalu. Ia diusir lantaran dianggap terlalu keras memprotes keputusan wasit.

“Pengusiran ini berlebihan karena saya tak mengatakan apa pun yang di luar batas,” kata Vilanova. “Saya hanya bilang ke hakim garis bahwa ada pelanggaran yang sangat jelas dan dia menjawab `jangan memprotes`. Rupanya hal itu cukup untuk mengeluarkan Anda dari pertandingan.”

REUTERS | MARCA | SKY SPORTS | DW

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: