Skip to content

Bahasa Bengkel, Bengkel Bahasa

October 9, 2012

Sastrawan boleh jago meracik kata-kata menjadi kalimat yang aduhai. Tapi soal mengotak-atik– mungkin tepatnya mengobrak-abrik– kata, serahkan pada orang bengkel. Yap, orang-orang bengkel yang setiap hari berlumuran oli itu sangat kreatif berbahasa.

Tak percaya? Silahkan tengok ke pinggir jalan. Ada banyak istilah untuk ‘ketok magic’ di sana: ketog magic, ketok magig, cetok magic, cetok magik, ketok magik. Coba juga hitung berapa banyak varian “shockbreaker” yang ditulis. Bahkan bengkel-bengkel resmi pun tak kompak menuliskan “service” dan “oli”.

Semula saya bertanya mana yang benar dari beragam varian istilah tersebut. Tapi setelah ditimbang-dipikir, kemudian mucul pertanyaan lain, apa perlu mencari mana yang benar? Toh, tak ada yang mempermasalahkan. Toh, orang-orang tetap menangkap makna shockbreaker meski ditulis sokbeker..

Kamus seharusnya memang jadi acuan. Tapi siapa yang peduli apa yang tertulis jika mendengar saja sudah cukup. Karena, saat melihat papan iklan bertuliskan “dikontrakan”, kita pasti langsung berpikir rumah itu akan disewakan, sedikit sekali yang berpikir rumah itu sedang ditentang..

DW
Sumber Foto

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: