Skip to content

Penjilat

July 26, 2012

Saya ingat, namanya Miftah Rauf. Dia Ketua Masjid Jami” Asy–Syukur di Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu sore kemarin dia menganjurkan agar kita memilih pemimpin berkumis dalam putaran kedua pemilihan gubernur September nanti.

“Kita butuh pemimpin yang berkah, kuat imannya, manusiawi dan istiqomah,” katanya. Pada kalimat berikutnya dia mempersempit lagi: “Kita butuh pemimpin yang berkumis.”

Miftah memang tak menyebut nama. Tapi kita semua tahu ke arah mana dia menunjuk: FOKE! Apalagi, dengan semangat menggebu, dia juga berkata, “Orang lain hanya bisa ke sini mengacak-acak Jakarta.”

Orang lain yang dimaksud tentu Jokowi, Walikota Solo yang ‘mengadu nasib’ di Jakarta. Tapi saya tak paham apa maksudnya ‘mengacak-acak’ Jakarta. Yang jelas, serangan Si Ustad berlanjut.

“Jangan sampai kita salah, nanti susah mendengar dzikir, jangan sampai kita susah mendengar takbir. Jangan sampai iman dibeli dengan uang,” katanya dengan gagah.

Foke hadir di masjid itu. Mungkin dia tersenyum senang namanya disebut-sebut, saya tak tahu pasti. Karena saya hanya tahu peristiwa ini lewat berita ini. Foke kemudian menyumbang Rp 28 juta ke masjid itu.

Saya kok jadi berburuk sangka. Si Ustad ini, yang dengan gagah bilang ‘Jangan sampai iman dibeli dengan uang’ pada akhirnya dia yang menerima duit, meski itu bernama sumbangan untuk masjid.

Bagi saya, tak ada yang lebih hina dibanding ulama yang membungkuk-bungkukkan badan di depan penguasa.

Selamat Berbuka
_DW_
26/7/12

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: