Skip to content

Hiroshi, Atlet Tertua di Olimpiade London

July 26, 2012

Tubuhnya masih lentur mengikuti gerak kuda. Genggamannya pada tali kekang juga tetap kuat. Padahal usianya tak lagi muda. Maret lalu, usianya genap 71 tahun. Dialah Hiroshi Hoketsu, atlet berkuda dressage (tunggang serasi) dari Jepang, yang dinobatkan sebagai peserta tertua Olimpiade London 2012.

“Usia bukanlah masalah,” kata Hiroshi. ”Saya tidak pernah menghitung berapa usia saya, sehingga saya tidak pernah merasa telah tua. Ini menjadi keuntungan buat saya karena, jika saya berusia 40 atau 45 tahun pun, tak ada yang peduli.”

Untuk pria yang semestinya sudah bisa disebut “kakek”, penampilan Hiroshi memang lain. Kulit wajahnya masih kencang, barisan giginya juga masih berjejer rapi, dan rambutnya belum sepenuhnya beruban. Hampir semua orang menebak usianya tak lebih dari 50 tahun.

Hiroshi lolos ke Olimpiade London setelah memenangi kejuaraan Tunggang Serasi Internasional di Prancis, Maret lalu. Saat itu ia nyaris gagal. Bukan karena tubuhnya yang mulai tergerus usia, melainkan lantaran sang kuda, yang diberi nama “Whisper”, sempat cedera.

“Saya hampir menyerah untuk pergi ke London karena tahun lalu kuda saya mengalami kecelakaan kecil. Dia memang sedikit tua, tapi dia berada di umur yang bagus. Aku beruntung dia bisa sembuh,” kata Hiroshi. Whisper saat ini berusia 15 tahun.

Hiroshi sendiri sudah tiga kali tampil di Olimpiade. Usianya masih 23 tahun saat pertama kali tampil di Olimpiade Tokyo pada 1964. Saat itu ia tampil di nomor jumping dan hanya menempati urutan ke-40. Pada Olimpiade 1988, ia kembali lolos, tapi gagal tampil karena kudanya tak lolos karantina.

Mantan direktur di perusahaan Johnson & Johnson ini mulai dikenal dunia saat tampil impresif di Olimpiade Beijing pada 2008. Saat itu, meski tak meraih medali, ia sukses finis di urutan ke-9. Prestasi ini cukup mengejutkan karena, saat itu, ia telah berusia 67 tahun dan menjadi atlet tertua di kontingen Jepang.

Di London nanti, alih-laih menargetkan emas, Hiroshi justru punya target lain: tampil di Olimpiade 2016. Jika ia mampu tampil di Olimpiade 2016, maka sejarah akan menulisnya sebagai atlet tertua yang pernah ikut olimpiade sepanjang masa.

Saat ini, rekor itu masih dipegang Oscar Swahn, atlet menembak asal Swedia, yang tampil di usia 72 tahun pada Olimpiade Musim Panas 1920. Saat itu ia meraih medali perak. Swahn, yang telah mengikuti tiga kali Olimpiade, meninggal 7 tahun kemudian.

Hiroshi mengaku tak punya kiat khusus untuk menjaga kebugarannya. Ia memang pernah menjadi model iklan sebuah perusahaan makanan sehat di Jepang. Tapi, dalam sebuah wawancara, ia justru berkata, “Saya memakan apa yang ingin saya makan. Mereka menganggap ini keajaiban, padahal saya hanya orang tua biasa.”

TELEGRAPH | REUTERS | DW
click here

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: