Skip to content

Abaikan Puasa Demi Emas

July 22, 2012

Wajah gelandang tim sepak bola nasional Uni Emirates Arab (UEA) Khamis Ismail terlihat cerah. Penyebabnya tak lain fatwa yang dikeluarkan Mufti Agung UEA, Syaikh Ahmed al Haddad, yang membolehkan para pemain tim nasional mereka tak berpuasa selama mengikuti Olimpiade di London.

“Anda diperbolehkan tidak berpuasa. Namun Anda tetap harus segera menggantinya setelah itu,ā€ kata Khamis, seperti dikutip dari situs 7daysindubai.com, Kamis 19 Juli 2012. “Jadi saya akan fokus pada Olimpiade dan menikmatinya.”

Sebelum fatwa itu keluar, Ismail mengaku pikirannya terbelah antara menuntaskan puasa atau fokus di olimpiade. Sehingga fatwa sang mufti pun menjadi angin segar buatnya. “Olimpiade hanya sekali seumur hidup, jadi saya akan mengganti puasa Ramadan di hari lain,” katanya.

Sepanjang sejarah olimpiade, bukan kali ini saja penyelenggaraannya berbarengan dengan ramadan. Olimpiade 1980 di Moskow, Rusia, juga bersamaan dengan bulan puasa. Dan di London nanti, dari sekitar 11 ribu atlet yang akan berebut medali, 3 ribu diantara adalah muslim.

Mereka antara lain atlet dayung dari Inggris, Mohamed Sbihi, petinju asal Prancis Rachid Azzedine, atlet lari Mohammed Ahmed dari Kanada , serta pesepakbola Karim Benzema dari Prancis dan dan Mahamadou Diarra dari Mali.

Seperti para pemain sepak bola tim nasional UEA, Mohamed Sbihi pun memilih tak berpuasa demi olimpiade. Sebagai gantinya, atlet dayung berdarah Maroko ini akan menyumbang 60 porsi makanan untuk orang miskin di Maroko untuk mengganti satu hari puasanya.

“Beberapa atlet yang beragama Islam memang ada yang tak menjalani puasa saat bertanding di Olimpiade nanti,” tulis situs berita Huffingtonpost. “Keputusan ini sudah disetujui otoritas keagamaan.”

Namun pilihan lain diambil atlet lari 10 ribu meter Mohammed Ahmed. Pelari asal Kanada ini tetap akan berpuasa selama pertandingan olimpiade. Puasa, kata dia, bukan hal baru dalam kehidupannya. “Paling-paling saya hanya akan merasa sedikit lebih lelah di garis finish,” katanya.

Ahmed mengikuti jejak Suleiman Nyambui, pelari 5 ribu meter asal Tanzania, yang menyabet medali perunggu pada Olimpiade 1980. Saat itu Suleiman memutuskan tetap berpuasa meski harus berjibaku dengan dahaga. “Orang berpuasa pun bisa main bola, jogging, atau berenang,” ujarnya.

Nyambui kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal untuk asosiasi atletik Tanzania. Menurutnya, yang paling berat saat berpuasa adalah ketika latihan, bukan ketika tampil di olimpiade. “Setelahnya, tubuh sudah beradaptasi dan bisa bertahan. Orang berpuasa pun bisa main bola, jogging, atau berenang,” katanya.

Tapi Moskow dan London tak sama. Saat olimpiade digelar 27 Juli – 12 Agustus 2012 nanti, matahari akan bersinar lebih lama di atas London, karena di Inggris saat ini sedang musim panas. Dan waktu berpuasa di sana pun lebih lama, yakni 17 jam. Sehingga memilih tak berpuasa selagi bertanding, rasanya cukup logis.

HUFFINGTON POST | THE GLOBE AND MAIL | 7DAYSINDUBAI | DW
versi cetak

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: