Skip to content

Air Mata Der Panzer

July 1, 2012

WARSAWA — Suasana hening menyelimuti ruang ganti para pemain tim Jerman di National Stadium, Warsawa, Polandia, kemarin dinihari. Sorak-sorai para pendukung tim Italia yang masih terdengar dari luar stadion membuat Miroslav Klose, Lukas Podolski, dan para pemain Jerman lainnya semakin dalam menekukkan wajah.

Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, menggambarkan situasi di ruang ganti saat itu sebagai “keheningan yang aneh”. “Air mata mengalir di ruang ganti,” kata Loew. “Tidak ada yang berkata-kata. Semua diam seperti seekor tikus.”

Perjalanan Jerman di Piala Eropa 2012 berakhir antiklimaks. Mereka melangkah ke semifinal dengan torehan sempurna. Der Panzer–julukan tim Jerman–melibas tim Portugal, Denmark, dan Belanda di babak penyisihan grup. Mereka juga mengandaskan tim Yunani di perempat final.

Namun semua catatan gemilang itu menguap begitu saja ketika mereka ditekuk Italia dengan skor 2-1. Dua gol Italia lahir dari Mario Balotelli pada menit ke-20 dan ke-36. Mesut Oezil, lewat tendangan penalti, sempat mencetak gol balasan pada injury time. Namun, hingga pertandingan berakhir, Jerman gagal menyamakan skor.

Der Panzer mengantongi 54 persen penguasaan bola. Mereka menciptakan 15 peluang, 8 di antaranya tepat mengarah ke gawang Italia. Adapun Italia hanya menciptakan 10 peluang dan hanya setengahnya yang menyasar ke gawang Jerman.

Namun justru Italia yang mendikte permainan. Jerman kehilangan skema permainan karena dipaksa memainkan bola-bola pendek. Perintah Loew untuk menguasai lini tengah, demi menekan pergerakan Pirlo, juga harus dibayar mahal dengan mandulnya kedua sayap.

Akibatnya, Mario Gomez, yang biasa menerima umpan silang dari sayap, pun kehilangan santapan. Masuknya Miroslav Klose dan Marco Reus pada babak kedua cukup membuat serangan Jerman lebih tajam, tapi sudah terlambat.

“Kami sangat kecewa,” kata Loew. “Dua gol itu tercipta karena kesalahan pemain bertahan kami. Tertinggal dua gol pada babak pertama, sangat sulit bagi kami untuk menyusul mereka (Italia). Tapi para pemain telah tampil maksimal.”

Jerman sebenarnya pernah mengalami situasi yang sama, pada semifinal Piala Eropa 1976. Ketika itu, mereka masih memakai nama Jerman Barat. Mereka tertinggal 0-2 dari Yugoslavia, tapi berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-2.

Namun Italia bukan Yugoslavia. Dibutuhkan keajaiban besar untuk menekuk lutut The Azzurri–julukan tim Italia. Meski kini lebih agresif, tim itu tak melupakan esensi catanaccio-nya. Selain itu, ada beban sejarah, yakni Jerman selalu kandas saat bertemu Italia.

Kekalahan dinihari kemarin menggenapi catatan buruk mereka, 10 kali kalah dalam 10 pertemuan terakhir melawan Italia. Dari 31 total pertemuan kedua tim, Jerman hanya mampu meraih 7 kemenangan. Adapun Italia meraih 15 kali kemenangan.

Balotelli menjadi bintang di laga dinihari kemarin. “Ini malam terhebat dalam hidup saya. Saya telah menunggu lama momen ini dan gol itu saya persembahkan khusus untuk ibu saya,” kata Balotelli. “Semoga Senin (dinihari) nanti (saat bertemu Spanyol di final) kami lebih hebat lagi.”

Andrea Pirlo mengingatkan rekan setimnya untuk tetap fokus. Sebab, partai final melawan Spanyol pada Senin dinihari mendatang akan rumit. Spanyol dan Italia pernah saling gempur pada babak penyisihan grup dan masing-masing harus puas bermain imbang dengan skor 1-1.

“Kami butuh mental, determinasi, dan semangat tinggi untuk final nanti. Sebab, mencapai final tapi tidak memenangkan trofi itu seperti pergi ke Roma tapi tidak bertemu Paus,” katanya.

FOOTBALL ITALIA | UEFA | GOAL | DW

koran tempo edisi 30/06/2012

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: