Skip to content

Teka-teki La Roja

June 14, 2012

Gdansk – Pelatih tim nasional Irlandia, Giovanni Trappatoni, genap berusia 73 tahun 175 hari saat timnnya bertemu Spanyol di PGE Arena, Gdansk, Polandia, Jumat dini hari nanti. Ini membuatnya menjadi pelatih tertua di Piala Eropa 2012. Namun sialnya, melawan La Roja –julukan untuk tim Spanyol– adalah mimpi buruk baginya.

“Spanyol adalah separuh Barcelona separuh Real Madrid, hanya tanpa (Lionel) Messi. Para pemain mereka memiliki kualitas sempurna,” katanya. Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub sepak bola raksasa yang selalu mendominasi La Liga.

Mr Trap, begitu ia biasa dipanggil, pantas kebat-kebit. Irlandia sebelumnya ditekuk 1-3 oleh Kroasia. Ini membuat timnya menempati posisi buncit di Grup C. Sehingga, jika kalah lawan Spanyol nanti, besar kemungkinan mereka akan tersisih.

Spanyol memang terlampau kuat. Kedua tim pernah bertemu 24 kali dan Spanyol memetik 13 kemenangan. Sementara Irlandia hanya 4 kali menang. Sisanya berakhir seri. Penampilan terakhir tim matador saat melawan Italia, selain menakutkan, juga membingungkan.

Meski hanya bermain imbang 1-1 namun La Roja tampil perkasa. Mereka menguasai lini tengah dan lebih banyak memiliki peluang. Iniesta, Cesc Fabregas, Xavi Hernandes, Silva, dan Xabi Alonso adalah sederet pemain tengah Spanyol yang memiliki skill tingkat dewa.

Dan yang membuat Mr Trap mengerutkan kening: Spanyol tampil tanpa striker. Memang Fernando Torres pada akhirnya dimainkan. Tapi saat itu pertandingan sudah berjalan 74 menit. Kehadiran Torres pun tak berpengaruh banyak.

Sehingga ketika pertandingan berakhir, semua orang bertanya: apa yang ada di benak pelatih tim nasional Spanyol Vicente Del Bosque?

Trap berspekulasi Del Bosque akan merubah strateginya saat melawan Irlandia nanti. Seorang penyerang murni kemungkinan akan dipasang di lini depan. “Mungkin Torres akan dimainkan. Itu sesuatu yang sangat mungkin,” kata Trap.

Ia sendiri telah menyiapkan ‘penyambutan’ khusus untuk Spanyol. “Ini soal taktik, siapa yang lebih jeli membacanya akan menang.” kata Trap. Ia, tentu saja, tak menjelaskan strateginya. Namun ia sedikit memberi ilustrasi: “Chelsea menghancurkan Bayern (Munchen) di Liga Champions meski mereka hanya punya satu kesempatan.”

Vicente Del Bosque memang jadi sosok paling ‘misterius’ seusai laga melawan Italia. Taktik 4-3-3, yang lebih mirip 4-6-0, membuatnya dihujani kritik. Menumpuk 6 pemain di lini tengah memang membuat mereka menguasai lini tengah. “Tapi tanpa penyerang di depan, mereka tetap akan kesulitan mencetak gol,” kritik Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho.

Del Bosque tak ambil pusing dengan semua kritik. Menurutnya strategi yang ia gunakan saat melawan Italia sudah pas. “Semua orang berpikir mereka benar dalam sepak bola, tapi kamilah yang harus membuat keputusan. Kami telah melakukannya dengan benar,” katanya.

Saat melawan Irlandia, Del Bosque kemungkinan tak akan merombak lini tengah. “(David) Silva, Cesc (Fabregas), dan (Andres) Iniesta telah berperan luar biasa,” katanya. “Saya ingin mereka mendominasi lini tengah untuk menguasai bola selama mungkin kemudian menyerang dari sana.”

Persoalannya, seperti kritik Mourinho, siapa yang akan menyempurnakan umpan dari lini tengah itu menjadi gol jika tak ada penyerang. Del Bosque, agaknya, akan menempatkan satu penyerang nanti.

Pertahanan Irlandia tak serumit Italia. Sehingga, untuk mencaplok lini tengah mereka, tak perlu memasang 6 pemain. Tores kemungkinan akan menjadi pilihan di lini depan.

“Kritik mereka ada benarnya. Ketika Tores datang (ke lapangan), permainan kami memang lebih terbuka. Banyak peluang tercipta tapi kami tak mencetak gol lagi,” kata Bosque.

Tores sendiri mengaku tak ambil pusing dengan keputusan Del Bosque nanti. Ia siap jika dimainkan tapi juga tak masalah jika harus duduk manis di bangku cadangan. “Bagi saya yang terpenting saat ini adalah Spanyol menang,” katanya.

Spanyol, seperti juga Irlandia, sama-sama membutuhkan kemenangan. Sehingga pertempuran dua tim ini akan berlangsung menarik. Gaya tiki-taka para pemain Spanyol akan membuat laga penentuan ini tak sekedar menegangkan, tapi sekaligus juga menghibur.

MARCA | GUARDIAN | GOAL | DW
published:

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: