Skip to content

Ramai-ramai Membungkam Twitter dan Facebook

June 3, 2012

Tim nasional Spanyol dan Denmark mengharamkan twitter dan facebook selama berlangsungnya Piala Eropa 2012. Sementara Inggris dan Jerman, meski tak melarang, menilai dua situs jejaring sosial itu berbahaya.

“Pemain telah diberitahu agar tidak terlalu banyak berkicau di twitter dan mengunggah sesuatu yang tidak perlu,’’ kata Kapten Timnas Inggris, Steven Gerrard, seperti dikutip situs Radio New Zealand, Ahad, 3 Juni 2012.

Gerrard dan para pemain Inggris sedikit lebih beruntung dibanding para pemain Spanyol dan Denmark. Mereka tetap bisa mengunggah status di twitter dan facebook meski dipantau Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

Lain hal dengan para pemain Spanyol dan Denmark. Cesc Fabregas dan Gerard Pique yang kerap eksis di twitter sementara harus gigit jari karena pelatih mereka, Vincente del Bosque, telah mengharamkan twitter dan facebook selama Piala Eropa 2012.

Del Bosque menganggap dua situs jejaring sosial itu bisa memecah konsentrasi pemain dan tim secara keseluruhan. Tim, menurutnya, membutuhkan konsentrasi penuh dan tak memerlukan hiruk-pikuk dunia luar yang muncul di lini masa twitter dan facebook.

Ultimatum Del Bosque itu segera direspon Cesc Fabregas. Pemain Barcelona ini segera menulis kalimat perpisahan di lini masanya pada Jumat pekan lalu: “Mulai hari ini kami tidak dibolehkan menggunakan media sosial.”

Hal serupa dilakukan Gerard Pique yang menutup sementara twitternya dengan status: “Saya harap pada pesan berikutnya yang saya tulis adalah Spanyol juara.”

Keputusan tim nasional Spanyol mengharamkan twitter dan facebook mengikuti jejak yang sebelumnya diambil Asosiasi Sepak Bola Denmark (DBU). DBU membandingkan twitter dan facebook dengan mikrophone yang ‘buka’ 24 jam.

“Ada suatu masa ketika kita hidup tanpa Twitter dan kita akan dapat melakukannya selama Euro,” kata penjaga gawang tim nasional Denmark, Thomas Sorensen. Namun ia tak masuk skuad Denmark di Piala Eropa 2012 karena cedera.

Adapun Jerman, meski tak melarang pemainnya menggunakan twitter dan facebook, namun mereka tetap menganggap dua situs jejaring sosial itu berbahaya. “Saya menghargai pemain yang menjadikan twitter dan facebook sebagai cara berkomunikasinya,” kata pelatih tim nasional Jerman, Joachim Low, seperti dikutip dari Bild.

“Tapi saya tetap tak mengerti mengapa seseorang bisa menceritakan kehidupan pribadi mereka, termasuk hal-hal yang seharusnya rahasia dan percakapan intim, kepada jutaan orang lain tanpa pandang bulu.”

BILD | GOAL | DAILY MAIL | DW
published: http://pialaeropa.tempo.co/konten-berita/euro2012_bolamatika/2012/06/03/407990/Ramai-ramai-Membungkam-Twitter-di-Piala-Eropa-2012

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: