Skip to content

Ketika EURO Tersandung Payudara

May 23, 2012

Yulia Kovpachyk bergegas menuju Independence Square di pusat kota Kiev, Ibu kota Ukraina, pada Sabtu sore yang cerah dua pekan lalu. Mengenakan celana jeans pendek, topi hitam, dan kaos merah, wanita berusia 23 tahun ini ‘terselip’ diantara ratusan pelancong yang ingin berpose bareng trofi Henri Delaunay –trofi yang akan diperebutkan 16 negara peserta EURO 2012.

Tak seorang pun menduga ketika wanita berambut pirang ini mendadak memelorotkan kaosnya hingga bagian atas tubuhnya terbuka. Di bagian perut, dengan tinta hitam tebal, tertulis: “FUCK EURO 2012”.Ia sempat menyambar tropi Euro, menghempaskannya ke lantai, sebelum petugas keamanan menghalaunya ke luar. Akibatnya trofi setinggi 60 centimeter dengan berat 8 kilogram itu rusak ringan.

Yulia kemudian diamankan petugas. Ia mengakui dirinya adalah aktivis Femen, kelompok hak asasi perempuan di Ukraina yang selama ini getol menentang hajatan Euro 2012. Pihak keamanan memberinya sanksi berupa penahanan selama 15 hari dan denda sebesar US$ 100. Namun juru bicara Femen, Anna Hutsol, memastikan pihaknya akan melakukan perlawanan. “Tentu saja kami tidak akan membayar denda itu,” katanya kepada Reuters.

Kelompok Femen memang memiliki pandangan unik tentang hajatan EURO 2012. Ketika pemerintah setempat menilai ajang ini akan jadi sarana paling hebat untuk promosi pariwisata, para aktivis Femen justru melihat kemungkinan lain: EURO akan membuat prostitusi melonjak dan menjadikan Ukraina sebagai tujuan wisata seks di Eropa.

“Euro 2012 tidak akan membantu pembangunan di Ukraina. Satu-satunya yang akan berkembang di sini hanya industri seks,” kata aktivis Femen, Sasha Shevchenko. Aktivis berusia 24 tahun ini melanjutkan, “EURO 2012 hanya akan membuat Ukraina menjadi tempat prostitusi terbesar di Eropa.”

Anna Hutsol mengaku telah menyiapkan aksi boikot Euro 2012 sejak dua tahun lalu. Tak kurang dari 40 aktivis –yang kesemuanya wanita muda– telah merapatkan barisan. Mereka menolak hajatan Euro dengan menggelar rangkaian unjuk rasa, semuanya dilakukan secara topless alias tanpa baju. “Kami berencana melakukan apa yang kami bisa untuk mengganggu dan menggagalkan even ini,” kata Anna.

Aksi boikot tanpa baju ini rupanya cukup merepotkan para petinggi negara-negara Eropa. Dua hari setelah penyerangan trofi Euro yang dilakukan Yulia Kovpachyk, para menteri luar negeri Uni Eropa berkumpul di Brussels, Belgia, untuk membahas penentangan dari kelompok Femen.

Namun tak jelas apa hasil pertemuan tersebut –atau mungkin tak menghasilkan solusi antisipasi. Karena mereka kembali kecolongan: Seorang aktivis Femen kembali melakukan serangan terhadap trofi EURO yang sedang dipajang di kota Dnipropetrovsk, Ukraina, Selasa, 22 Mei 2012.

Seperti Yulia, aktivis muda yang mengenakan kacamata hitam ini meloloskan bajunya sebelum mencoba menyambar piala Euro. Di bagian perutnya, tertulis dua kata yang disusun vertikal: “FUCK Euro”. Namun aksinya berhasil digagalkan petugas.

Protes para aktivis Femen ini, selain menarik perhatian dunia, juga melahirkan kritik. “Dengan payudara terbuka seperti itu mereka hanya menyajikan gambar cabul di media dan itu yang akan diingat orang tentang wanita ukraina. Benarkah cara vulgar seperti ini membantu perjuangan mereka (menghilangkan prostitusi) atau justru menghianatinya?” tulis wartawan Reuters, Richard Balmforth.

(Reuters | NBC Sport | DW)

published: http://koran.tempo.co/konten/2012/05/23/274956/Pamer-Dada-Memprotes-Euro-2012

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: