Skip to content

Morosini, Anak Emas Bernasib Nahas

April 15, 2012

Roma – Stadion Adriatico mendadak hening ketika pemain tengah Livorno, Piermario Morosini, ambruk saat pertandingan Liga Serie B antara Livorno melawan Pescara memasuki menit ke-31. Ia sempat jatuh tiga kali sebelum wasit akhirnya menghentikan pertandingan.

“Sayang sekali dia sudah wafat ketika tiba di rumah sakit. Dia tidak pernah sadar lagi,” kata Edoardo De Blasio, dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Santo Spirito di Pescara Italia, seperti dikutip harian The Guardian, Sabtu, 14 April 2012.

Marosini sempat mendapat bantuan medis darurat di lapangan sebelum akhirnya ditandu menuju ambulans. Sebuah defibrillator, alat kejut elektronik pemacu jantung, juga sempat digunakan saat ambulans melaju kencang ke rumah sakit.

Namun jantung mantan pemain bertahan tim nasional Italia U-21 itu akhirnya berhenti berdetak di usianya yang belum genap 26 tahun. “Ini tragedi. Kamu tidak bisa meninggal dunia di lapangan bola dengan usia semuda ini,” kata Presiden Klub Pescara, Daniele Sebastiani, seperti dikutip laman football-italia.net.

Daniele dua pekan sebelumnya juga kehilangan Francesco Mancini, salah satu pelatih kiper terbaik di klubnya, yang juga wafat akibat serangan jantung di usianya yang ke-43.

Morosini lahir 5 Juli 1986 di Bergamo, Italia. Ia memulai karier profesionalnya di Atalanta. Pada 2005, pemain bernomor punggung 25 ini kemudian hijrah ke Udinesse. Setahun kemudian ia dipinjamkan ke Bologna dan Vicenza.

Kisah hidup Morosini penuh kisah tragis. Ibunya meninggal dunia ketika ia baru berusia 15 tahun. Dua tahun kemudian, giliran ayahnya meninggal dunia. Tak berapa lama saudara laki-lakinya tewas bunuh diri setelah melompat dari jendela. Keluarganya yang tersisa kini hanya kakak perempuannya.

“Dia pria yang kurang beruntung. Dia kehilangan orang tuanya ketika masih muda. Adiknya baru-baru ini bunuh diri. Kehidupannya sungguh menyedihkan,” kata Mino Favini, pelatih Morosini ketika ia masih bergabung di Atlanta junior.

“Dia tumbuh di Atalanta. Saya melihatnya bermain ketika masih sangat muda. Yang paling saya ingat dia selalu terburu-buru jika ingin membantu orang lain. Dia berhati emas,” ujar Favini.

Mantan rekan satu tim Morosini di Vicenza, Raffaele Schiavi, mengunggah foto Morosini sedang tersenyum di akun Twitter-nya. Schiavi yang kini bermain untuk klub Padova menulis, “Moro selalu tersenyum meski begitu banyak masalah di keluarganya. Dengan cara inilah aku akan selalu mengingatnya.”

_dw_
versi terbit:
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/15/099397180/Morosini-Akhir-Tragis-Pemain-Berhati-Emas

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: