Skip to content

Impor

January 12, 2012

Seorang pamdal (pengamanan dalam) tergopoh-gopoh menuju ruang ketua DPR. Keningnya basah oleh keringat. “Lapor, Pak,” katanya begitu sampai di ruang Ketua DPR di lantai tiga Gedung Nusantara III. “Massa sudah merobohkan pagar depan.”

Ketua DPR hanya mengangguk, lalu berkata, “Gampang, nanti kita impor lagi.”

Yup, tentu saja kejadian itu fiktif. Tak mungkin seorang pamdal bisa seenak udelnya masuk ke ruang Ketua DPR. Sebab untuk ketemu Ketua harus lewat labirin prosedur dulu. Tidak mudah. Soal pagar itu juga imajiner belaka. Mosok untuk pagar begitu aja harus impor.

Eh tapiiii..kursi buat ruang rapat badan anggaran kabarnya juga produk impor. Ada 191 kursi asing yang bakal menyesaki ruang badan anggaran. Bukan sembarang kursi, karena kursi ini didesain khusus mengikuti bentuk tubuh. Sehingga siapapun yang duduk di atasnya bakal betah duduk berlama-lama. Maklum, harga totalnya mencapai Rp 20 Miliar!

Seandainya orang-orang di DPR itu benar-benar wakil rakyat, mungkin kita gak akan ribut-ribut soal impor kursi ini. Tapi yang mereka wakilkan melulu kursi dan kenyamanan mereka sendiri.  Ini yang bikin keki. Mungkin yang perlu kita impor bukan cuma kursinya, tapi orangnya sekalian.

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: