Skip to content

Kemeja Super

January 8, 2012

Hawa dingin langsung menyambut begitu pintu kaca itu terbuka. Seorang wanita berambut coklat tersenyum ramah, memperlihatkan barisan giginya yang putih rata. “Selamat datang,” sambutnya dengan mata berbinar. Aku hanya mengangguk ketika wanita itu mempersilahkanku melihat-lihat koleksinya. Puluhan kemeja beragam corak berjejer disekeliling dinding kaca. Seorang pria keluar dari kamar pas, tangannya menjinjing sesetel jas hitam dan celana panjang. Ia langsung ke kasir. Lima belas menit berlalu dan belum satu pun kemeja nyantol di hatiku.
“Bisa saya bantu?” wanita itu menghampiriku.
Aku mengambil sebuah kemeja bermotif garis-garis tipis yang melintang. Kutunjukkan kemeja itu sambil berkata, “Yang ini lumayan, tapi harganya terlalu mahal.”
“Terlalu mahal jika bahannya biasa-biasa saja, tapi kemeja ini kualitas super. Sekali memakainya tak akan anda lepas lagi karena kemeja ini sangat nyaman dipakai,” katanya.
“Sayang sekali, saya tidak mencari yang nyaman, saya hanya mencari yang murah,” kataku.
“Kalau begitu, anda tidak cocok disini,” katanya dengan sorot mata mengejek. Kalimat itu juga berarti pengusiran. Aku hanya mengangguk kemudian memutar tubuh. “Saya kasihan kepada anda,” kata wanita itu sambil menutup pintu.
Agaknya saya memang patut dikasihani. Dengan duit seperak mana bisa beli kemeja bermerek. Tapi…saya lebih kasihan dengan orang-orang yang tega menghabiskan duit jutaan hanya demi sebuah kemeja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: