Skip to content

Panas Dingin Tubuh Timnas

September 18, 2011

Satu per satu para pemain tim sepak bola nasional Indonesia memasuki ruang ganti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 September lalu. Gol tak terduga dari pemain Bahrain, Sayed Dhiya Saeed, pada menit akhir babak pertama dalam lanjutan kualifikasi babak ketiga Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E tersebut terasa begitu menohok.

Hal itu membuat banyak pemain di ruang ganti menekuk wajah. Suasana makin muram ketika pelatih Wim Rijsbergen menyemprot para pemain, membuat 15 menit di ruang ganti itu terasa begitu panas.

Kemarahan Rijsbergen di ruang ganti itu belakangan menyebar ke luar, melewati dinding-dinding beton stadion, hingga sampai ke telinga mantan pelatih timnas Alfred Riedl. Dalam sebuah wawancara yang dimuat di http://www.goal.com, Riedl menyebut Rijsbergen mengeluarkan kata-kata kasar saat turun minum. Saat itu, kata Riedl, Rijsbergen berteriak kepada para pemain, “If you don’t play better in the second half, I will kick all of you out .”

Makian inilah yang kemudian dikabarkan membuat tujuh pemain timnas langsung bertekad mundur dari skuad Garuda. Mereka enggan bergabung dengan timnas selama Rijsbergen tak dicopot dari kursi pelatih. Kabar mundurnya tujuh pemain ini sontak membuat gerah para petinggi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Tapi benarkah Rijsbergen sedemikian keras menyemprot para pemain di ruang ganti?

Seorang sumber yang saat itu juga berada di ruang ganti pemain memastikan kata-kata tersebut tak pernah keluar dari mulut Rijsbergen. Malam itu, ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini, Rijsbergen hanya berkata, “Why all of you too easy to lose every fucking ball .”

Saat itu, si sumber melanjutkan, para pemain tak mempermasalahkan ucapan Rijsbergen tersebut. Sebab, mereka tahu persis seorang pelatih mengkritik pemainnya, sekeras apa pun selama di ruang ganti, tak ada masalah. Masalah baru muncul ketika kritik keras itu disampaikan pelatih di ruang publik. “Inilah yang menjadi persoalan sebenarnya,” kata sumber tersebut.

Sumber itu merujuk pada ucapan Rijsbergen saat jumpa pers seusai pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Bahrain tersebut. Saat itu, kepada pers, Rijsbergen mengatakan Indonesia layak kalah karena terlalu sering kehilangan bola. Para pemain juga dinilai belum layak tampil di pentas internasional. Selain itu, Rijsbergen mengatakan timnas saat ini bukan hasil kreasinya. Ucapan inilah, menurut sumber tersebut, yang menyulut kemarahan para pemain.

Hal ini diiyakan kapten timnas, Bambang Pamungkas. Melalui situs pribadinya, http://www.bambangpamungkas20.com , Bepe–demikian Bambang biasa disapa–mengakui bahwa ucapan Rijsbergen saat jumpa pers itulah yang menjadi pemicu ketegangan antara sejumlah pemain dan pelatih.

“Seorang pelatih marah dan memaki pemain di ruang ganti adalah hal yang sangat wajar. Yang tidak biasa dan tidak wajar adalah ketika seorang pelatih menyalahkan pemain di depan media,” tulis Bambang di situsnya.

Seorang rekannya di timnas, tulis Bambang, mengatakan siap mundur jika Rijsbergen tetap melatih. Rekan Bepe itu menilai ucapan Rijsbergen saat jumpa pers tersebut tak bijak. Belakangan Bambang baru mengetahui bahwa niat mundur dari timnas tak hanya dilakukan rekannya, tapi juga diikuti enam pemain lain. Namun tak pernah disebutkan siapa ketujuh pemain tersebut.

Media officer timnas, Dessy Christina, membantah kabar adanya tujuh pemain yang bakal mogok main di timnas. Menurut dia, malam itu para pemain memang terlihat sangat kecewa dan terpukul. Beberapa dari mereka, kata dia, malah sempat mengutarakan kekecewaannya. “Tapi tak sampai berniat mundur,” kata Dessy.

Sejak di Iran pada pertandingan pertama Grup E ketika timnas kalah 0-3, Dessy melanjutkan, para pemain dan pelatih berharap bisa memetik 3 poin saat melawan Bahrain atau setidaknya bisa menahan imbang. Tapi harapan itu justru kandas di kandang sendiri. “Kami semua kaget dan saat turun minum langsung down ,” katanya. Kiper Markus Harison dan kawan-kawan tak menyangka tim lawan akan memanfaatkan kelengahan para pemain Indonesia yang mengira terjadi pelanggaran.

Asisten pelatih Liestiadi mengatakan Rijsbergen tak lagi terlihat marah seusai pertandingan. Setelah jumpa pers, kata Liestiadi, pelatih asal Belanda itu langsung menemui para pemain. Kepada para pemain, Rijsbergen mengatakan malam ini bukan malam keberuntungan mereka. Ia lalu meminta para pemain memanfaatkan waktu libur mereka bersama keluarga dan berlatih di klub masing-masing. Awal Oktober nanti, semua pemain akan kembali dipanggil untuk berlatih lagi. “Setelah itu kami saling salaman,” kata Liestiadi.

Ketegangan kedua

Namun ketegangan di tubuh timnas ternyata belum surut. Keesokan harinya, di luar Stadion Utama Gelora Bung Karno, di sebuah rumah makan di Plaza Senayan, tiga pemain, yakni Bambang Pamungkas, Firman Utina, dan Markus Harison, menemui mantan pelatih mereka, Alfred Riedl. Pertemuan yang hanya berlangsung sehari setelah timnas ditekuk Bahrain ini langsung menyengat para petinggi PSSI. Ketegangan babak kedua di tubuh timnas, kali ini dengan pengurus PSSI, pun dimulai.

Ketua Komisi Disiplin PSSI sekaligus Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, menuding pertemuan itu menyalahi ketentuan karena dilakukan tanpa setahu pengurus PSSI. Seandainya pun pertemuan hanya bersifat silaturahmi, kata Limbong, waktunya tak tepat karena Indonesia baru saja digulung Bahrain. Selain itu, antara pemain dan Rijsbergen sedang ada ketegangan. Limbong bahkan meminta Riedl angkat kaki dari Indonesia. Tak hanya itu, ia juga berniat memanggil ketiga pemain yang menemui Riedl tersebut.

Riedl, dalam jumpa pers di FX Plaza, 16 September lalu, menampik semua kecurigaan yang timbul dari pertemuan tersebut. Pelatih asal Austria yang akhir Oktober ini bakal dikontrak Laos itu memastikan pertemuan dengan tiga mantan anak asuhnya tersebut hanya pertemuan biasa. Ia justru menuding balik Limbong. “Kedua orang ini (Bernhard Limbong dan Koordinator Timnas Bob Hippy) tidak akan membantu sepak bola Indonesia,” katanya.

Bantahan serupa juga datang dari Bambang. Penyerang klub Persija Jakarta ini mengatakan pertemuan dengan Riedl tersebut hanya pertemuan perpisahan. Ia mengakui dalam pertemuan itu Riedl memang membahas hasil pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Namun Riedl tak sedikit pun memprovokasi pemain untuk menentang pelatih Rijsbergen. “Tidak ada sedikit pun ucapan Alfred yang terkesan memprovokasi kami untuk melawan Wim Rijsbergen,” tulis Bambang di situs pribadinya.

Ia mengaku siap jika Komisi Disiplin PSSI memanggilnya untuk memberi keterangan perihal pertemuan tersebut. Namun sampai kemarin dinihari belum ada kabar pemanggilan tersebut. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, Senin lalu, mengisyaratkan tak akan ada sanksi untuk tiga pemain yang bertemu dengan Riedl. “(Pertemuan) itu bukan masalah besar, bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Rijsbergen barangkali tak tahu panas-dingin tubuh timnas saat ini, karena ia terbang ke negerinya beberapa saat setelah timnas dibekuk Bahrain 0-2. Mantan pelatih PSM Makassar ini menjenguk kerabatnya yang kabarnya sakit keras di sana. Pekan ini Rijsbergen mungkin sudah kembali ke Jakarta. Timnas sendiri baru akan memulai latihan awal Oktober nanti. Mereka punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjamu Qatar, 11 Oktober, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kita berharap Bambang Pamungkas dan kawan-kawan bisa memetik 3 poin dalam laga kandang untuk mendongkrak Indonesia yang saat ini berada di posisi buncit Grup E. Peluang lolos dari grup ini masih terbuka karena tersisa empat pertandingan lagi. Tapi untuk menang, selain stamina dan taktik jitu, “tubuh” timnas juga tak boleh panas-dingin.

_dw_

published on http://www.korantempo.com tittled “Kontroversi Timnas dari Ruang Ganti”, Sunday, 18 September 2011

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: