Skip to content

Next Time, Try to Fail Better

September 7, 2011

Akhirnya Indonesia ditekuk Bahrain 0-2 di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa, 6 September 2011. Hasil ini bukan hal yang memalukan karena sebelumnya Bambang Pamungkas Cs juga kalah lawan Iran. Skornya malah lebih telak: 0-3.  Tapi bukan soal kalah atau jumlah gol-nya yang membuat kita kecewa, melainkan sikap sebagian penonton yang tololnya naudzubillah: membakar mercon dan melempari pemain Bahrain dengan botol-botol plastik.

Kalah bertanding itu satu soal dan cara kita menyikapi kekalahan itu soal lain. Bahrain memang jauh di atas. Mereka menempati posisi ke-101 dunia, sementara kita ngendon di peringkat 131. Jadi, meski ‘bola itu bulat’,  kekalahan semalam memang satu hal yang ‘sudah terprediksi’.

Adapun mercon dan sambitan botol-botol plastik, itu ketololan yang tak bisa dimaklumi. Karena justru dengan sikap itu kita bisa kena sanksi FIFA. Lemparan botol yang membuat kabur para pemain cadangan Bahrain itu juga sama aja melempar tahi ke wajah sendiri!

Bikin malu. Sampai-sampai Presiden SBY pun tak sudi berlama-lama duduk di bangku VVIP. Ia, dan keluarganya, langsung hengkang begitu wasit menskor pertandingan. Sikap Presiden SBY ini wajar saja. Bagi orang yang biasa sibuk memoles citra, mercon dan botol-botol plastik itu memang tak termaafkan.

Tapi mercon telah meledak, botol-botol plastik telah melayang, dan para pemain Bahrain mungkin telah hengkang. Tapi tragedi mercon dan botol ini tetap akan diingat. Betapa memalukan.

Bagaimanapun, masih tersisa empat pertandingan lain. Qatar sudah menanti. Dari kekalahan malam ini kita tak hanya harus mengevaluasi permainan teman-teman di timnas, tapi juga harus belajar kepada Godot: “Go on failing. Go on. Only next time, try to fail better.”

Rabu 7 September 2011, 02:17

_dw_

Comments are closed.

%d bloggers like this: