Skip to content

Ngaji Kok Bikin Susah

June 19, 2011

Mereka seenaknya menutup jalan lalu bersila dalam saf-saf panjang. Di depan mereka, di atas panggung, berdiri seorang lelaki bersurban sedang melantunkan doa-doa. Semua larut, semua khusyuk. Pekik klakson orang-orang yang terjebak macet terdengar seperti dengung nyamuk.

Mengaji tentu saja penting. Tapi kalo dengan mengaji kalian merasa diri paling penting hingga tak malu menutup jalan, itu berarti kalian sinting. Apa kalian ga mikir: kalau kalian disini menutup jalan orang lain apakah Tuhan nanti akan melapangkan jalan kalian ke surga?

Apa kalian juga sadar kalau menutup jalan demi menggelar pengajian itu bentuk ke-Aku-an, ke-Egois-an, ke-Sewenangan-an? Padahal hakikat orang mengaji itu justru untuk menanggalkan ke-Aku-an itu. Meng-Esa-kan Tuhan berarti juga memanusiakan manusia.

Nah kalo untuk medekatkan diri kepada Tuhan harus menipiskan rasa kemanusiaan, harus mengorbankan kepentingan banyak orang, harus menutup-nutup jalan, berarti ada yang salah dengan otak kalian. Sebab Tuhan tak butuh tumbal.

Palmerah, 02:40, 19 Juni 2011
_dw_

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: