Skip to content

Tuhan Dimana-mana, Tapi Tidak di Hatiku

June 17, 2011

Inikah hari kemenangan itu, seperti yang pernah kau ceritakan, bahwa setelah sebulan menahan lapar, inilah saatnya kita mengangkat gelas? Tapi ah, sobatku, aku bahkan tak tahu apa yang kita lawan sebenarnya selain haus dan lapar, karena nafsu itu masih tegak menantang..

Benarkah kesucian Ramadhan telah menyeka jiwa kita seperti gerimis yang sore ini menghalau debu dari kaca jendela? Jika tidak, lantas apa yang kita sambut sebenarnya saat idul fitri esok pagi?

Apa yang kita rayakan sebenarnya, jiwa yang kembali suci, kah? Ah, bahkan mendengar nama-Mu diseru-seru pun jiwaku tak bergetar. Aku mendengar takbir, tapi jiwaku kosong. Tuhan, kau dimana-mana, tapi tidak dihatiku..

Hidangan-Mu dibulan suci tak kucicipi, pelukan-Mu tak kusambut, dan pintu-Mu tak kuketuk. Malam-malam kudus telah pergi tapi hatiku masih dipenuhi sesuatu yang bukan Kamu. Kebahagiaanku menyambut syawal tak sebesar kepedihanku ditinggal Ramadhan..

Tuhan, bukalah pintu maaf-Mu, meski kuncinya pernah kupatahkan. Ajari aku memfitrikan diri, setiap hari..

Saturday, September 19, 2009 at 11:41pm
-dw-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: