Skip to content

Karena Hati Tahu Tempatnya Berlabuh

February 13, 2020

Namanya Seno. Bukan nama sebenarnya, tentu saja. Usianya hampir 35 tahun. Banyak yang bilang wajahnya mirip Keanu Reeves. Tubuhnya kencang berotot. Tutur katanya santun. Dompetnya tebal. Tidak merokok pula. Pokoknya, dia cowok ideal banget.

Malam tadi dia mampir ke rumah. Rambutnya kusut dan wajahnya mirip kertas HVS lecek. Ia mengempaskan tubuhnya ke sofa begitu saja seraya melenguh. “Gue merasa bokap gue jadi mirip debt collector,” katanya sambil menyandarkan tubuh.

Ia lalu menceritakan ayahnya yang baru tiba dari Solo. Kedatangannya begitu mendadak. Namun bukan karena alasan itu Seno gelisah. “Bayangin, beliau datang jauh-jauh cuma buat nanya kapan gue nikah!”

Ini bukan pertamakalinya ia mengeluhkan sikap ayahnya. Sebelumnya ia pernah menunjukkan isi SMS-SMS dari ayahnya. Semuanya berisi pertanyaan kapan nikah. Bahkan, dalam salah satu SMS, ayahnya menawarkan tetangga belakang yang baru pulang dari Arab sebagai calonnya. “Gue merasa diteror!”

Seno bukan tak ingin menikah. Ia pernah dekat dengan beberapa perempuan, bahkan ada yang dipacarinya. Namun ia merasa belum ada yang cocok untuk diboyong ke KUA.

“Gue nggak pernah merasa ada yang klik di hati,” katanya. “Loe sendiri apa yang membuat loe dulu merasa yakin bahwa istri loe adalah orang yang tepat?”

*********

Read more…

Road Trip: Jakarta-Pasuruan Naik Mobil Tua, Asyik-asyik Aja!

December 25, 2019
Betemu Corolla, kakeknya Altis, di jalan tol.

“Wow!” seruku ketika melihat total jarak yang telah kami tempuh: 1870km! Bukan jarak yang pendek. Apalagi mobil yang kami gunakan sudah lumayan uzur, yakni Toyota Altis lansiran tahun 2002.

Usianya sudah 17 tahun. Sudah cukup tua untuk ukuran mobil. Bahkan sudah masuk kategori motuba alias mobil tua bangke..ups..maksudnya bangka 😂.

Alhamdulillahnya, selama perjalanan dari Depok-Semarang-Gresik-Pasuran-Gresik-Karangayar-Depok sama sekali gak ada masalah. Nyaman-nyaman aja. Asyik-asyik aja.

Read more…

Mobil Tua Banyak Masalah? Beneeer Bangeettt…

December 25, 2019
Toyota Altis 2002 saat ngaso di rest area tol cipali

Mobil tua sering diidentikan dengan masalah. Sebab usia yang tak lagi muda membuat sparepartnya seringkali aus. Apalagi kalau jarang diservis. Pasti ada aja masalahnya.

Begitu juga dengan Toyota Altis 2002 saya. Mobil itu sudah berusia 17 tahun, sudah termasuk tua, meski belum terlalu uzur. Masalahnya pun lumayan unik.

Dua pekan lalu, misalnya, saya ajak si Altis ke bengkel untuk servis rutin tiap enam bulan sekalian ganti oli. Karena jarang sekali dipakai, tentu tak akan ada masalah apa-apa di bengkel nanti. Namun ternyata saya keliru.

Read more…

Keriting Rapat-rapat ala Robert Plant

October 8, 2019

Richie, begitu kami memanggilnya, sudah 11 tahun tinggal di Thailand. Ia bekerja untuk media olahraga di Prancis. Orangnya sangat ramah dan menyenangkan.

Malam tadi kami mengobrol tentang musik. Ternyata dia penggemar berat Led Zeppelin. Dia pun terkejut saat tahu kami –saya dan beberapa jurnalis lain– menyukai band yang sama.

“Kalau begitu, kalian harus menjabat tangan saya,” katanya sambil menjulurkan tangan. “Karena tangan ini pernah bersalaman dengan Robert Plan.”

Robert Plant yang dimaksud adalah vokalis Led Zeppelin. Richie bertemu dengannya saat masih bekerja di Universal Music Prancis. “Dia sungguh legenda sejati,” katanya.

Lalu seorang di antara kami memutar lagu Stairway to Heaven: there’s a sign on the wall, but she wants to be sure, cause you know sometimes words have two meanings..

Tiba-tiba saya ingat pernah punya rambut gondrong. Suatu hari saya pergi ke salon di Cinere Mall. “Tolong dikeritingin kecil-kecil ya, Mba,” kata saya ketika itu.

Satu jam kemudian rambut saya berubah keriting. Beneran keriting. Tapi bukan keriting kecil-kecil seperti Robert Plant, melainkan keriting rapat-rapat macam Rhoma Irama..🙃

Saya gak komplain ketika itu. Karena setelah dipikir-pikir style ala bintang soneta gak culun-culun banget.

Oya, di antara tim peliput MotoGP kemarin, Richie mungkin yang paling slow.

Saat pagi-pagi air di hotel mendadak rusak sementara kami harus cepat-cepat ke sirkuit, Richie dengan senyum khasnya berkata, “It’s okay. Semuanya akan sempurna di sini.”

Begitu pula saat badannya tiba-tiba demam. Dia cuma bilang, “No problem. Semua akan baik-baik saja saat saya bangun (tidur) besok pagi.”

Di sirkuit pada Minggu siang, Marc Marquez merebut podium pertama. Kemenangan yang membuatnya berhak menyegel gelar juara dunia musim ini.

Saya senang bisa meliput langsung momen bersejarah ini. Apalagi teman-teman jurnalis –mereka datang dari berbagai negara– sangat ramah. Sepekan di Thailand pun terasa begitu cepat.

_DW_

Kala Marah Menggoda

October 7, 2019

Orang Thailand mengenal Kala. Mahluk yang hanya berupa kepala. Wajahnya mirip Leak di Bali atau Barong di Ponorogo.

“Kalian tahu kenapa dia gak punya badan?” tanya pemandu kami, Wandee, di Phanom Rung, Buriram. Phanom Rung adalah kuil Hindu yang dibangun mulai abad ke-10.

“Karena Kala sangat pemarah,” Wandee melanjutkan. Saat kemarahannya meledak, Kala akan memangsa apa saja sampai tak ada yang tersisa kecuali tubuhnya sendiri.

Suatu hari kemarahannya begitu meluap, membuatnya hilang kendali: ia melahap satu demi satu bagian tubuhnya sampai Shiwa memintanya berhenti.

“Kala bahkan memakan dagu dan bibir bawahnya sendiri. Itu sebabnya lidahnya selalu terjulur ke luar.”

Wandee lalu diam sejenak seraya menatap deretan relief yang beberapa bagiannya mulai berlumut.

“Karena itu,” Wande melanjutkan, “Kalau kamu marah, ingat-ingatlah Kala. Ingatlah kemarahan hanya akan memakan dirimu sendiri.”

_DW_