Skip to content

Kasak Khusyuk

June 24, 2016

Set of cute arrows

Set of cute bright arrows

Sebatang anak panah ambles di kaki Imam Ali saat perang Shiffin berlangsung. Sang Imam pun langsung dibawa ke tenda. Di sana seorang sahabat memberi tahu jika mata panah melesak hingga menyentuh tulang kaki.

“Akan sangat sakit jika anak panah itu dicabut,” kata seorang sahabat. Namun tak mungkin membiarkan anak panah itu terus bergelayut di kaki Sang Imam. “Kalau begitu,” kata Kanjeng Nabi, “Cabutlah ketika Ali sedang salat.”

Di antara para sahabat, Imam Ali konon yang paling khusyuk salatnya. Saat ia takbir, hijab seolah terbuka, menyibak  Keagungan dan Keindahan yang melumpuhkan semua indra.

Dalam kondisi seperti itulah seorang sahabat mencabut anak panah dari kaki Ali. Tak terdengar erangan atau jerit kesakitan. Tubuh Sang Imam tetap bergeming dalam hening.

Selesai salat, Ali terkejut melihat darah berceceran di kakinya. “Darah siapa ini?” katanya. Sahabat menerangkan apa yang baru saja terjadi. “Demi Allah,” jawab Ali. “Saya sungguh tidak tahu.”

Kisah ini banyak sekali dijadikan ilustrasi dalam pelajaran salat, terutama dalam mencapai khusyuan. Saya tidak tahu apakah khusyu ini benar-benar bisa dipelajari. Sebab saya pernah membeli buku-buku tips agar shalat bisa khusyuk. ..lanjut

Sahur Siang? Boleh Aja

June 20, 2016

img_0257

Saat beli takjil, teman OB mengeluh, “Sejak piket malam, saya jadi ga bisa puasa nih, Mas.”
“Lho, kenapa?”
“Soalnya piket malem kan berarti begadang. Nah kalo begadang itu saya siangnya harus makan biar ngga masuk angin.”
“O, gitu. Kenapa ngga sahurnya jam 10 aja?”
“Jam 10 siang?”
“Iya.”
“Emang boleh?”
“Boleh, kok.”
“Ah yang bener, Mas?”
“Bener.”
Teman OB itu diam sejenak. “Kok saya baru denger, ya..” katanya.
“Klo kamu nanyanya boleh atau ngga sahur jam 10 siang, ya boleh aja. Tapi soal sah atau ngga puasanya, ya pasti nggak sah..”

😜😜😝😝😂😂

Kehormatan Puasa

June 12, 2016

Image (source: http://www.theimaginativeconservative.org)

Suatu hari Nasrudin Hoja dan seorang ulama dipanggil menghadap Sultan.

“Nasrudin,” kata Sultan ketika mereka tiba di Istana. “Mana yang kamu pilih: kebijaksanaan atau kekayaan?”

Nasrudin dengan cepat menjawab, “Tentu saja, kekayaan!”

Sultan kecewa mendengar jawaban tersebut. Ia kemudian berpaling kepada ulama dan memberikan pertanyaan yang sama.

Sebelum menjawab, ulama itu melirik Nasrudin. “Kekayaan tidak akan kamu bawa mati, Nasrudin,” katanya, menyindir. “Saya pilih kebijaksaaan, Paduka.”

Sultan puas mendengar jawaban ulama tersebut. Namun hatinya masih penasaran dengan jawaban Nasrudin. ..lanjut

Ibadah Kok Gitu?

June 9, 2016


Seseorang mengeluhkan pengeras suara masjid yang menurutnya terlalu menggelegar. “Bising banget. Aku jadi nggak bisa belajar,” tulisnya di salah satu media sosial.

Dalam hitungan menit, belasan komentar bermunculan. Sebagian besar justru menghujatnya. “Kalau ga mau dengerin ceramah, ya udah pindah aja,” begitu isi salah satu komentar.

“Plis ya jangan egois. Banyak orang lain yang mendapat manfaat dari ceramah ini,” isi komentar lainnya. “Kamu harusnya bersyukur tinggal dekat masjid karena banyak berkahnya.”

Saya jadi teringat kisah nabi yang menyegerakan salatnya begitu mendengar tangisan bayi. Selesai salat, seorang sahabat bertanya, “Kenapa engkau mempercepat salat ya, Nabi?” ..lanjut

Takdir Tidak Sekejam Itu

June 9, 2016

Kata orang, jodoh itu takdir. Karena itu, kalau kamu belum memiliki pasangan, maka itu bukan berarti kamu nggak laku atau jelek, tapi emang takdirnya begitu.

Jadi kamu nggak perlu misuh-misuh atau menggerutu. Nggak perlu juga sampai galau seperti dewa mabok kehabisan tuak. Karena semua sudah diatur.

Setidaknya begitu menurut Jabariyah. Paham ini menganggap takdir seseorang sudah dituliskan bahkan sebelum orang itu lahir. Artinya timelinemu bahkan sudah jadi sebelum kamu membuat akun di Path! ..lanjut