Skip to content

Karena Shalat Tiga Waktu

March 16, 2015

anak-kecil-shalatIni adalah artikel lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul Al Quran Lain Milik Syiah.

Selain menuding Syiah telah mengubah Al Quran, ustad tersebut juga menganggap kaum syiah hanya shalat tiga kali.

Kebetulan saya punya beberapa teman bermazhab Syiah. Mereka shalat lima kali, kok, hanya waktunya memang tiga kali.

Ini karena mereka sering menggabung zuhur dengan asar dan magrib dengan isya. Sehingga timbul kesan mereka hanya shalat tiga kali.

Namun barangkali kita lupa: shalat dan waktu shalat adalah dua hal yang berbeda. Shalat memang lima kali sehari tapi waktunya terbagi menjadi tiga. .. lanjut

Al Quran Lain Milik Syiah

March 9, 2015

koranSeorang ustad mengirim artikel berantai berisi ajakan mewaspadai gerakan Syiah. Ia menuding Syiah adalah aliran sesat. “Bukti kesesatan mereka antara lain mengubah Al Quran. Mereka mempercayai Al Quran yang berbeda,” tulisnya.

Saya berharap ustad tersebut pernah memegang, membaca, dan meneliti sendiri Al Quran kaum Syiah, sehingga tudingnya tak semata berdasarkan katanya. Namun saya bahkan ragu ia pernah melihatnya.

Barangkali ustad itu juga lupa kalau Al Quran adalah kitab yang kesuciannya dijamin langsung oleh Tuhan. Dengan jaminan ini, maka isi Quran tak akan berubah satu ayat pun, hingga kiamat nanti.

Dengan menuding kaum Syiah telah mengubah Al Quran, atau ada Al Quran lain yang berbeda, berarti ustad itu telah menyangsikan janji Tuhan tersebut. Dia mungkin khilaf, tapi saya lebih percaya dia pandir. ..lanjut

Kemanapun Itu, Tuhan Tahu…

March 8, 2015

riversSekali dalam hidup orang perlu membuat loncatan besar dan aku tak mungkin melompat tanpa keyakinan. Keyakinan yang barangkali tak terjelaskan, tak terjaring kata, sulit dimengerti, namun begitu jernih. Aku tak pernah seyakin ini sebelumnya. Maka ketika keyakinan telah memenuhi hati maka jangan lagi dipertanyakan. Ikuti saja alirannya. Kemanapun itu. Tuhan tahu. Aku pun berserah, karena keyakinan ini pastinya dariNya..

-dw-

*tulisan lawas (2010), dihapus sayang

Karena Nama Punya Cerita

February 3, 2015

Saya pernah berkhayal, jika suatu saat saya dititipi anak perempuan, saya akan menamainya Jingga. Sebuah nama yang anggun. Juga warna yang selalu membuat saya terpesona.

Tapi kemudian saya berpikir, jika saya menamainya Jingga, maka kelak saya akan memanggilnya, “Jing”. Lalu dia mungkin akan menyahut, “Ya, (A) Biii.”

Jadinya seperti anjing memanggil babi. Maka saya coret nama Jingga ketika dokter kandungan memastikan kehamilan istri saya, April lalu.

Saya sebenarnya tidak begitu mempersoalkan nama. Apapun selama klik di hati, akan saya pilih. Persoalannya, mencari yang klik itu yang susah.

Beberapa orang mungkin menganggap nama seperti ruang kosong tempat bermacam doa bisa dijejalkan ke dalamnya. Karena itu mereka menggunakan kata-kata sarat doa untuk nama anaknya. ..lanjuut

Ketika Subuh Selalu Molor

November 20, 2014

foto: me

foto: me

Setiap kali bangun kesiangan, istri saya biasanya langsung mengambil wudhu lalu salat subuh –sekalipun jam sudah menunjuk pukul 06.30 wib. “Mending telat daripada nggak sama sekali,” begitu katanya.

Saya cuma nyengir. Namanya saja shalat subuh, dikerjakannya ya di waktu subuh. Kalau sudah jam segini, namanya bukan lagi salat subuh. Mungkin duha.

Tapi kalimat itu tak pernah benar-benar keluar dari mulut saya. Takut dia tersinggung. Saya lebih memilih tidur lagi. Salat yang terlewat hari ini, saya akan membayarnya subuh besok.

Pernah ada teman yang bertanya: “Apa bisa salat diganti waktunya?”

Kenapa nggak? Derajat salat, setidaknya menurut rukun Islam, lebih tinggi dari puasa Ramadhan. Jika puasa bisa diganti, kenapa salat nggak bisa?

Memang ada beberapa hadis yang menyebutkan Rasul pernah bangun ketika matahari sudah kelewat tinggi lalu langsung salat subuh. Ini menjadi dasar mereka melakukan salat subuh di luar waktunya.

Tapi, benarkah –atau mungkinkah–rasul pernah bangun kesiangan lalu tergopoh-gopoh salat subuh? ..lanjut